GROBOGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan memulai tahapan awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan menggelar konsultasi public pada Selasa, 13 Januari 2026.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan konsultasi publik menjadi fondasi penting dalam memastikan arah pembangunan daerah berjalan terencana, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Perencanaan tidak bisa asal jadi. Harus fokus, terpadu antar sektor, melibatkan partisipasi semua pihak, serta berjenjang dari desa hingga kabupaten, sekaligus selaras dengan kebijakan provinsi dan pusat,” ujarnya.
Tema pembangunan di Grobogan dalam RPKD 2027 mengusung penguatan perekonomian daerah yang inklusif, sumber daya manusia berkualitas dan pelayanan publik yang modern. Tema tersebut merupakan penjabaran tahun kedua RPJMD 2025–2029 dengan visi Menuju Grobogan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan yang dilandasi semangat Mbangun Deso, Noto Kutho.
Persoalan ekonomi menjadi prioritas utama dalam RKPD 2027. Selain itu, angka kemiskinan, termasuk penghapusan kemiskinan ekstrem, disebut harus terus dilanjutkan seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif perlu terus dikembangkan untuk membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran terbuka,” ucapnya.
Kendati begitu, Bupati memastikan pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian dengan lebih menekankan pada ketahanan lingkungan dan kebencanaan.
Bupati juga menyoroti penataan kawasan perkotaan, khususnya Purwodadi, agar tampil lebih rapi, indah, dan nyaman.
“Drainase harus diperbaiki, trotoar dibangun, pohon ditata kembali, dan penerangan jalan ditingkatkan. Kota harus terasa nyaman untuk ditinggali,” katanya.
Selanjutnya, Bupati juga menekankan pentingnya melanjutkan pembangunan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang sempat terhenti agar tidak mangkrak dan tidak mengganggu pelayanan publik.
Di sisi lain, pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul tetap menjadi fokus, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi, hingga penurunan stunting serta angka kematian ibu dan bayi.
Namun demikian, Bupati mengakui tantangan besar pembangunan di tahun 2027 adalah keterbatasan anggaran. Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat dan kewajiban menyiapkan dana cadangan Pemilu 2029 menjadi realitas yang harus dihadapi.
“Dengan anggaran yang terbatas, saya minta seluruh kepala OPD tetap fokus dan inovatif dalam merancang program agar target kinerja daerah tetap tercapai,” tegasnya.
Pihaknya pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik DPRD, TNI-Polri, akademisi, media, LSM, dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam pembangunan daerah.
“Dengan kolaborasi dan kebersamaan, saya yakin Grobogan mampu menghadapi tantangan dan terus melangkah maju,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











