BLORA, Harianmuria.com – Rekrutmen siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Kabupaten Blora pada tahun ajaran baru belum bisa dipastikan lantaran bangunan sekolah yang sangat terbatas.
Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, mengungkapkan bahwa gedung Sekolah Rakyat saat ini tidak memungkinkan penambahan siswa baru seperti tahun kemarin.
“(Rekrutmen siswa baru) Belum dapat informasi. Saat ini gedung belum memungkinkan penambahan siswa 2 rombel seperti tahun kemarin,” terangnya.
Untuk gedung SRMA 18 Blora saat ini ada 14 ruangan, dengan rincian 5 ruang asrama guru, 3 ruang asrama siswa dan 2 ruang kelas. Sementara ruangan sarana prasarana penunjang yaitu ruang labolatorium, ruang guru, ruang makan, ruang perpustakaan, masing-masing 1 ruangan.
“Selain ruangan itu, ada 1 mushola yang dapat menampung seluruh siswa dan guru,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengungkapkan saat ini pembangunan sekolah rakyat tahap dua belum ada informasi dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, rekrutmen siswa pun belum bisa dipastikan.
Kendati demikian, Luluk mengungkapkan bahwa lahan untuk Sekolah Rakyat yang disediakan Pemerintah Kabupaten Blora sudah siap dan sesuai persyaratan yang diberikan.
“Pembangunan tahap dua belum ada informasi, selain itu untuk rekrutmen siswa untuk tahun ajaran baru juga belum dapat ditentukan,” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Hingga saat ini, kata Luluk, belum ada perkembangan informasi lebih lanjut terkait pembangunan Sekolah Rakyat pada tahap dua. Sedangkan di beberapa kabupaten di Jawa Tengah, kata dia, sudah ada yang disurvei bahkan sudah dilakukan pembangunan.
“Untuk SR lanjutan (tingkat SMP) pada tahun ini belum mendapatkan informasi. Kita juga sudah tanya tapi belum ada perkembangan,” terangnya.
Saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Namun, untuk penambahan gedung atau pembangunan baru di Kabupaten Blora belum ada informasi.
“Target 2025 kan ada 100 SR, tapi kemarin Pak Presiden sudah me-launching 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi,” terangnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











