SALATIGA, Harianmuria.com – Proyek pembangunan Pasar Jetis Salatiga yang mangkrak hampir 20 tahun akhirnya kembali dilanjutkan. CV Bhakti Muda sebagai investor dengan nilai investasi Rp8 miliar menargetkan pembangunan bisa rampung dalam waktu 8 bulan hingga 1 tahun.
Target Rampung Maksimal 1 Tahun
Direktur CV Bhakti Muda, Budi Susilo, mengatakan pihaknya bersama PT Weiye Bangun Indonesia selaku kontraktor telah meninjau kondisi struktur bangunan lama sebelum pembangunan dimulai.
“Targetnya 8 bulan sampai 1 tahun. Tapi sebelum itu, kami selesaikan dulu administrasi dan persyaratan agar pembangunan bisa berjalan mulus tanpa kendala hukum maupun teknis,” jelas Budi, Jumat, 3 Oktober 2025.
Prioritaskan Pedagang Tradisional
Menurut Budi, desain Pasar Jetis terdiri dari dua lantai. Lantai dasar difungsikan untuk pedagang tradisional, sementara lantai dua sejajar dengan jalan provinsi sehingga memudahkan akses pembeli. Selain itu, balkon di lantai tiga akan disiapkan untuk kafe maupun ruang pertemuan.
“Pedagang tradisional tetap jadi prioritas. Kapasitasnya sekitar 200 pedagang, dengan lantai bawah menampung 119 kios, dan lantai atas sekitar 80 unit. Jika kuota sudah penuh, barulah bisa menampung pedagang tambahan,” ujarnya.
Struktur Lama Masih Layak
Perwakilan PT Weiye Bangun Indonesia, Didik Prasetyo, memastikan hasil investigasi struktur bangunan lama menunjukkan kolom utama masih layak digunakan meski ada beberapa bagian yang butuh perbaikan.
“Struktur utama pasar masih bagus, hanya ada bagian yang perlu diperbaiki. Kami akan mendukung penuh sesuai arahan investor dan permintaan Wali Kota Salatiga agar pembangunan bisa segera diselesaikan,” katanya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











