SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan kinerja yang cukup positif. Pasalnya, Rata-rata serapan anggaran berada di kisaran 85 persen.
Kepala BPKAD Kota Semarang, Tuning Sunarningsih, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan proses rekonsiliasi data serapan anggaran dari masing-masing OPD.
“Serapan anggaran sudah mendekati 90 persen. Saat ini masih dalam proses penghitungan dan rekonsiliasi, apakah bisa mendekati 100 persen atau tidak,” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Meski demikian, Tuning menegaskan bahwa realisasi APBD tidak harus mencapai 100 persen sesuai pagu yang ditetapkan.
Karena, kata Tuning, serapan rata-rata 85 persen justru tergolong baik dan sehat dalam pengelolaan anggaran.
“Pasti ada sisa anggaran. Dalam pelaksanaan proyek, nilai kontrak umumnya berada di bawah pagu. Kalau justru sama persis atau 100 persen, itu malah tidak wajar,” katanya.
Ia mencontohkan, sebuah proyek dengan pagu Rp1 miliar bisa dimenangkan melalui proses lelang dengan nilai penawaran lebih rendah, misalnya Rp800 juta. Kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari efisiensi anggaran.
“Kalau terserap 100 persen justru bisa berpotensi menjadi temuan,” imbuhnya.
Dari sisi pendapatan daerah, Tuning menyebut realisasi pada 2025 lalu juga cukup tinggi. Pendapatan dari dana transfer, retribusi, dan sumber lainnya tercatat mencapai sekitar 93 persen.
Sementara itu, untuk APBD 2026, Pemerintah Kota Semarang akan memfokuskan anggaran pada program prioritas Wali Kota, di antaranya ketahanan pangan, pelestarian lingkungan hidup, serta penanganan banjir di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah.
“Beberapa program unggulan yang akan dijalankan antara lain Semarang Cerdas, Semarang Tangguh, dan Semarang Sehat, sesuai arahan Wali Kota,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











