KUDUS, Lingkarjateng.id – Banjir yang melanda Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, memaksa ribuan warga terdampak menghadapi kondisi darurat. Hingga Rabu, 14 Januari 2026, tercatat sekitar 3.000 warga dari 18 RT dan 5 RW terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter. Sebagian wilayah bahkan terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau langsung para pengungsi yang ditempatkan di Gedung Muslimat NU Desa Loram Kulon.
Pengungsian tersebut menampung warga Jetiskapuan yang mulai dievakuasi sejak pagi hari setelah debit air meningkat signifikan pada malam sebelumnya.
“Semalam air di Jetiskapuan naik sekitar 40–50 sentimeter, dan pagi ini masyarakat mulai kami evakuasi. Saat ini ada 143 pengungsi di posko Gedung Muslimat NU Loram Kulon,” ujar Sam’ani.
Ia menegaskan pemerintah daerah bergerak cepat memastikan kesiapan posko, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga kebutuhan dasar pengungsi.
Pemkab Kudus bersama BPBD, dinas terkait, pihak kecamatan Jati, serta pemerintah desa setempat telah menyiapkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, perlengkapan mandi, dan kebutuhan lainnya.
Dapur umum dipusatkan di Kecamatan Jati sebagai langkah antisipasi apabila banjir meluas ke wilayah Jati Wetan.
“Kami sat-set, gerak cepat. Untuk dapur umum kami pusatkan di Kecamatan Jati karena potensi banjir bisa meluas. Kami juga membawa mainan untuk anak-anak, dan dari RS Mardi Rahayu akan membantu TV besar sebagai hiburan pengungsi,” tambahnya.
Sejumlah relawan, termasuk dari Lereng Muria, turut membantu penanganan banjir.
Sementara itu, Kepala Desa Jetiskapuan, Sudirno, menyebutkan evakuasi baru dilakukan hari ini karena genangan air semalam belum terlalu tinggi.
“Hari ini semua wilayah desa tenggelam. Warga terdampak sekitar 3.000 orang. Sebagian besar masih memilih bertahan di rumah meski air mencapai 70 sentimeter,” jelasnya.
Kisah pilu datang dari Sofiati (58), salah satu pengungsi. Karena sakit dan tidak bisa berjalan, ia harus dievakuasi menggunakan mobil.
“Air di rumah sudah sampai sepinggang. Saya tidak bisa jalan, jadi tadi diangkut mobil evakuasi,” tuturnya lirih.
Hingga saat ini, banjir di Kabupaten Kudus tercatat berdampak pada 35 desa di tujuh kecamatan.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid











