BLORA, Harianmuria.com – Pelaksanaan pembangunan Pasar Ngawen Blora sduah dimulai pasca kebakaran hebat pada 9 Januari 2024 lalu dengan kerugian mencapai Rp30,6 miliar. Saat ini, pembangunannya dalam tahap pemasangan tiang pancang dan cakar ayam untuk fondasi.
Selain fokus pada pembangunan yang dianggarkan sebesar Rp30 miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), untuk penempatan pedagang pun juga sudah mulai dipikirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop dan UKM), Margo Yuwono, mengatakan pihaknya akan menata pedagang seperti penataan di Pasar Sido Makmur.
“Pertama kali yang kami lakukan adalah finalisasi data pedagang, kemudian terkait dengan pembagian kita melakukan transparansi data dan juga ada pendampingan dari Kejaksaan dan dari Polres,” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Margo menambahkan, sejak 2022 lalu sudah dilaksanakan pendampingan sehingga betul-betul ada transparansi dan dapat disaksikan oleh masyarakat.
Ia mengungkapkan pembagian kios pedagang di Pasar Ngawen nantinya akan dilaksanakan dengan skema undian.
“Adanya transparansi masyarakat bisa ikut menyaksikan tata cara serta sistem pembagian yang dilaksanakan secara terbuka dengan sistem undian, sehingga tidak ada pembagian karena subjektivitas atau kedekatan dengan siapa, semua sama lewat sistem undian,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid










