REMBANG, Harianmuria.com – Sanksi berat dijatuhkan kepada PSIR Rembang menyusul kisruh laga semifinal Liga 4 Jawa Tengah melawan Persak Kebumen di Stadion Krida Rembang, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam pertandingan yang berujung pengeroyokan terhadap wasit, Komisi Disiplin PSSI Jawa Tengah resmi mendiskualifikasi PSIR dari Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026.
Keputusan yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, memuat sejumlah poin tegas. Selain diskualifikasi dari kompetisi, PSIR dijatuhi denda Rp45 juta. Tim berjuluk Laskar Dampo Awang diwajibkan menjalani enam pertandingan kandang tanpa penonton pada kompetisi Liga 4 Jawa Tengah berikutnya yang mereka ikuti.
Komdis juga menegaskan, apabila terjadi pengulangan pelanggaran serupa, maka sanksi yang lebih berat akan dijatuhkan. PSIR diperintahkan untuk tunduk dan patuh terhadap keputusan tersebut, termasuk kewajiban pembayaran denda melalui Bank Mandiri atas nama PSSI Jawa Tengah.
Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi PSIR. Pasalnya, tim kebanggaan warga Rembang itu sebelumnya berpeluang melaju ke putaran nasional Liga 4. Namun, kekalahan 2–0 dari Persak Kebumen di leg kedua semifinal membuat agregat akhir menjadi 3–1, setelah pada leg pertama kedua tim bermain imbang 1–1.
Kekecewaan suporter memuncak seusai peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pendukung masuk ke lapangan dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap wasit asal Kudus, Dwi Purba Adi Wicaksana. Insiden itu dipicu ketidakpuasan atas beberapa keputusan wasit yang dianggap tidak netral, termasuk dua pelanggaran dan satu dugaan hands ball di kotak penalti yang tidak berbuah tendangan penalti bagi PSIR.
Sehari setelah insiden, dua pemain PSIR yang berstatus kapten tim, Tri Handoko Putro dan Satria Kesuma Yudistira, dimintai keterangan oleh Komdis PSSI Jateng melalui zoom meeting pada Jumat, 13 Februari 2026 siang.
Manajer PSIR Rembang, Rasno, menyatakan pihak manajemen belum mengambil keputusan lanjutan terkait sanksi tersebut. Ia menegaskan akan menggelar rapat internal sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Nanti kita rapatkan dulu, antara pengurus dan manajemen PSIR. Setelah itu, baru kita melangkah,” singkat Rasno pada Minggu, 15 Februari 2026.
Dengan keputusan ini, harapan PSIR untuk melangkah ke level nasional harus pupus. Kini, fokus manajemen dan tim tertuju pada konsolidasi internal serta upaya membangun kembali kepercayaan publik dan suporter, agar kejadian serupa tak kembali mencoreng sepak bola Rembang.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











