• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Mengungkap Sejarah Bajang Ratu, Pintu Gerbang Kerajaan Majapahit di Pati

Sekar Sari by Sekar Sari
20 September 2022
in Pati
103 2
POTREt: Bajang Ratu, Pintu Gerbang Majapahit yang masih dijaga sampai sekarang di Kabupaten Pati. (Dokumen Pribadi/Harianmuria.com)

POTREt: Bajang Ratu, Pintu Gerbang Majapahit yang masih dijaga sampai sekarang di Kabupaten Pati. (Dokumen Pribadi/Harianmuria.com)

808
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Situs sejarah berupa Pintu Gerbang Majapahit atau yang di beri nama Bajang Ratu ini terletak di desa Muktiharjo, kecamatan Margoharjo, kabupaten Pati.

Situs ini merupakan satu-satunya peninggalan kerajaaan Majapahit yang masih dapat dijumpai di Kabupaten Pati sampai sekarang. Usia pintu gerbang yang sudah mencapai rastusan tahun ini sarat akan cerita pelajaran sejarah.

Saat ditemui di kediamannya, Budi Santoso (90), selaku mantan juru kunci mengisahkan seputar pernak-pernik masa lampau Pintu Gerbang yang mistis. Bajang Ratu ini dahulu disebut-sebut sebagai pintu menuju kaputren atau khusus lingkungan wanita kerajaan.

“ Pintu yang terbuat dari kayu jati ini bukanlah pintu utama karena saat kehancuran Majapahit pintu utama telah hancur lebur dengan tanah, melainkan pintu menuju kaputren atau khusus lingkungan wanita kerajaan” Ujar Budi pada Minggu (18/09).

Ornamen pada pintu sebelah kanan Bajang Ratu mengisahkan sejarah Ratu Majapahit, Ratu Kencanawungu yang memiliki kisah dengan Damarwulan. Sedangkan pada pintu sebelah kiri menggambarkan peperangan antara Menak Jinggo dan Damarwulan yang pada akhirnya di menangkan oleh Damarwulan.

Di sisi lain, cerita dibalik berpindahnya Pintu Gerbang Majapahit dari Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, bermula dari aksi Bambang Kebo Nyabrang. Pada saat itu ia ingin membuktikan dirinya sebagai keturunan sah Sunan Muria yang bermukim di gunung Muria.

Pada saat itulah, Sunan Muria lantas memberinya syarat untuk memindahkan Bajang Ratu dalam waktu semalam agar dirinya mau mengakui Bambang Kebo Nyabrang sebagai anak. Sebab pada waktu yang sama, ternyata Sunan Muria memiliki maksud menjadikan Bajang Ratu sebagai pintu gerbang di padepokannya.

Rupanya, tidak hanya Bambang Kebo Nyabrang yang hendak memindahkan Pintu Gerbang Majapahit. Di sebuah padepokan Ngerang terdapat seorang murid dari Sunan Ngerang, Raden Ronggo yang kala itu berniat untuk menikahi putri Sunan Ngerang.  Ia pun juga memberikan syarat kepada muridnya tersebut untuk memboyong pintu gerbang Majapahit menuju padepokan.

Sesampaikannya Bambang Kebo Nyabrang dan Raden Ronggo di sana. Peperangan merebut Bajang Rtau pun tidak terelakkan.

Budi Santoso, mengatakan sesaat sebelum peperangan itu terjadi, Sunan Muria pun muncul dan berkata “ Wis padha lerena sak kloron padha bandole”.

”Saat ketika Sunan Muria datang, lalu ia memberhentikan peperangan tersebut, dan akhirnya Sunan Muria mengakui Bambang Kebo Nyabrang sebagai anaknya dan menyuruhnya untuk menjadi penjaga pintu gerbang Majapahit ” ujarnya Budi Santoso.

Ceita sejarah itu masih lekat dengan ingatan Budi Santoso bahkan ia pun mengabadikannya dalam sebuah catatan pribadi. Namun karena telah mencapai usia tua, Budi Santoso saat ini tidak menjabat menjadi juru kunci lagi.

Kini setelah Bajang Ratu sudah tidak ia pegang, segala perawatan situs bersejarah tersebut telah diambil alih oleh pemerintah dan masuk ke dalam salah satu cagar budaya yang dilindungi undang-undang.

“ Jadi karena usia saya sudah tua, maka istilah juru kunci sekarang berganti nama dengan juru pelihara (jupel) yang biasanya datang ke sini setiap hari Rabu, Kamis, Jumat untuk membersihkan pintu gerbang Majapahit tersebut dan sekitarnya agar tetap terawatt” Ujar Budi Santoso.

Ia mengira masih banyak masyarakat khususnya daerah Pati sendiri belum mengetahui pasti sejarah tentang Bajang Ratu. Budi Santoso pun berharap semoga situs cagar budaya yang telah ada di kabupaten Pati ini dapat lebih dikenal oleh khalayak luas. (Kontributor Uin – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bajang RatuInfo MuriaInfo PatipatiPintu Gerbang Kerajaan Majapahit
SummarizeShare58SendShare
Previous Post

10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kudus, Mulai Jenang Sampai Sirup Parijoto

Next Post

4 Amalan Rebo Wekasan di Bulan Safar Agar Terhindar dari Malapetaka

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
514

PATI, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Pati bersama pemerintah setempat setuju melanjutkan pembahasan Raperda APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2027. Persetujuan tersebut setelah seluruh fraksi DPRD Pati menyampaikan pandangan...

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
644

PATI, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek renovasi trotoar Jalan Sudirman. Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo,...

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
742

PATI, Harianmuria.com – Komisi A DPRD Kabupaten Pati memanggil sejumlah camat untuk klarifikasi buntut tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD tentang perubahan APBD pada 14 September 2026. Ketua...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Wisata Watu Layar di Lasem, Rembang menawarkan pemandangan sunset menakjubkan, panorama laut, hingga edukasi hutan lindung.

Wisata Watu Layar Rembang Tawarkan Sunset Spektakuler dan Camping di Hutan Lindung

29 November 2025
706
Peserta cek kesehatan gratis Blora capai 210.000 orang.

Blora Masuk 6 Besar Jateng, 210 Ribu Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2025
623

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya