• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

4 Amalan Rebo Wekasan di Bulan Safar Agar Terhindar dari Malapetaka

Sekar Sari by Sekar Sari
20 September 2022
in Kajian Agama
89 2
ILUSTRASI: 4 Amalan Rebo Wekasan pada akhir bulan Safar. (Gambar Diolah/Harianmuria.com)

ILUSTRASI: 4 Amalan Rebo Wekasan pada akhir bulan Safar. (Gambar Diolah/Harianmuria.com)

698
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmurria.com – Istilah Rebo Wekasan sudah tidak asing lagi setiap kali mengarungi bulan kedua Hijriyah, yakni Safar. Ada beberapa amalan bahkan dianjurkan untuk menyambut hari tersebut. Tahun ini peringatan Rebo Wekasan jatuh pada Rabu Kliwon, 21 September 2022.

Rebo Wekasan atau rebo pungkasan merupakan hari Rabu terakhir di bulan Safar. Umat Islam Jawa khususnya, meyakini bahwa setiap kali menjelang Rebo Wekasan dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari berbagai macam bala atau malapetaka.

Rebo Wekasan pun tidak hanya dianggap sebagai pelafalan doa khusus, melainkan sudah menjadi tradisi yang berkembang di masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan sebagainya. Tradisi ini tentunya memiliki dasar yang diacu, yaitu dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (w.1151 H) dalam kitab “Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid atau biasa disebut Mujarrobat ad-Dairobi.

Tidak hanya itu, anjuran serupa juga terdapat pada kitab: ”Al-Jawahir Al-Khams” karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (w. th 970 H), Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya. Ada juga dari Imam Abdul Hamiid Quds, mufti dan imam Masjidil Haram Makkah pada awal abad 20 dalam bukunya “Kanzun Najah was-Suruur fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhuur” yang mengatakan,

“Banyak Awliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 000 00 ribu balak (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.”

Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yang artinya “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari Rebo wekasan.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari Rebo Wekasan, yaitu:

1. Sholat tolak bala’/muthlaqoh/hajat

Shalat Rebo Wekasan dilakukan dimulai habis maghrib, yakni selasa malam Rabu sampai dengan asar hari Rabu. Caranya dengan melakukan shalat 4 rakaat dengan 2 kali salam.

Niatnya adalah sebagai berikut

أصلي سنة ركعتين لله تعالى

Pada saat setelah membaca surat al Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat al Kautsar sebanyak 17 kali, al Ikhlas sebanyak 5 kali, surat al Falaq sebanyak 5 kali, dan surat an Nas 1 Kali.

Setelah menjalankan shalat 4 rakaat, kemudian membaca doa sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرّحْمنِ الرّحِيْمِ.

ألحمْدُ لله ربّ العالَميْنَ. وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

اَللّـٰـهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوٰى ، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ ، يَا عَزِيْزُ ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ ،

اِكْفِـنِيْ مِنْ شَرِّ جَمِيْعِ خَلْقِكَ ،

يَا مُحْسِنُ ، يَا مُجَمِّلُ ، يَا مُتَفَضِّلُ ، يَا مُنْعِمُ ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لآَ إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ ،

اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللّـٰـهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِـيْهِ وَأُمِّـهِ وَبَنِيْـهِ , اِكْفِـنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يُنْزَلُ فِيْهِ .

يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَـيَكْفِيْـكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آٰلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

2. Berdoa dengan doa-doa khusus

3. Minum air jimat dari rajah tolak balak atau makan kambing tolak balak/kambing yang disembelih karena menghadapi Rebo Wekasan (Jamu wedos rebo wekasan)

4. Selamatan, sedekah, silaturrahim, dan berbuat baik kepada sesama.

Itulah beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada malam sampai dengan hari Rebo Wekasan. Semoga dengan doa tersebut, segala malapetaka dijauhkan oleh Allah untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara. (Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bulan SafarRebo Wekasan
SummarizeShare50SendShare
Previous Post

Mengungkap Sejarah Bajang Ratu, Pintu Gerbang Kerajaan Majapahit di Pati

Next Post

Gerak Cepat Camat Dukuhseti Kawal Bantuan Warga Kurang Mampu

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Tradisi Rabu Wekasan di Grobogan, Pasangan Saling Usap Jenang ke Wajah untuk Tolak Bala

Tradisi Rabu Wekasan di Grobogan, Pasangan Saling Usap Jenang ke Wajah untuk Tolak Bala

by Sekar Sari
13 Agustus 2026
527

GROBOGAN, Harianmuria.com - Tradisi Rabu Wekasan di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan diwarnai gelak tawa dan suasana penuh keakraban. Warga saling menyuapi sekaligus mengusapkan bubur atau jenang...

Gunungan kirab diarak menuju lokasi masjid Wali Al-Makmur Jepang Mejobo Kudus, Selasa (20/9). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

Festival Rebo Wekasan Air Salamun, Desa Jepang Kudus Adakan Kirab Budaya

by Sekar Sari
21 September 2022
685

KUDUS - Masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus melangsungkan tradisi kirab budaya Air Salamun Rebo Wekasan, Selasa (20/9). Kirab tersebut menjadi serangkaian agenda dari kegiatan Festival Rebo Wekasan.

Ilustrasi orang yang tengah berdoa - Rebo Wekasan tahun 2022, makna dan mitosnya. (Freepik/Harianmuria.com)

Rebo Wekasan Tahun 2022 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Mitos dan Makna Dibaliknya

by Sekar Sari
15 September 2022
582

Harianmuria.com - Memasuki bulan kedua dalam penanggalan tahun Hijriyah, dalam tradisi Jawa terdapat satu hari penting untuk melantunkan doa-doa. Sejak dulu dikenallah istilah Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan,...

Pembukaan acara Rebo Wekasan di Desa Jepang RT 1 RW 6 Mejobo Kudus, Senin (12/9). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

Festival Air Salamun Rebo Wekasan Desa Jepang Kudus Kembali Digelar

by Sekar Sari
15 September 2022
640

KUDUS, Harianmuria.com - Masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus kembali menggelar tradisi Air Salamun Rebo Wekasan Masjid Wali Jepang usai dua tahun vakum karena pandemi Covid-19. Ketua...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ungker Jati, salah satu makanan khas Blora. (Instagram @falarasha/Harianmuria.com)

5 Deretan Makanan Khas Blora yang Unik, Salah Satunya Terbuat dari Kepompong Jati

18 Oktober 2022
1.6k
Peserta JKN Aktif Baru 68 Persen, Blora Belum Capai Target UHC

Peserta JKN Aktif Baru 68 Persen, Blora Belum Capai Target UHC

18 Februari 2026
552

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya