• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Rebo Wekasan Tahun 2022 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Mitos dan Makna Dibaliknya

Sekar Sari by Sekar Sari
15 September 2022
in Artikel
73 2
Ilustrasi orang yang tengah berdoa - Rebo Wekasan tahun 2022, makna dan mitosnya. (Freepik/Harianmuria.com)

Ilustrasi orang yang tengah berdoa - Rebo Wekasan tahun 2022, makna dan mitosnya. (Freepik/Harianmuria.com)

576
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Memasuki bulan kedua dalam penanggalan tahun Hijriyah, dalam tradisi Jawa terdapat satu hari penting untuk melantunkan doa-doa. Sejak dulu dikenallah istilah Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan, yakni peringatan hari Rabu terakhir di bulan Safar.

Ada yang menyebut tradisi Rebo Wekasanada sejak masa dakwah Walisongo. Banyak yang meyakini bahwa pada hari itu Allah SWT tengah menurunkan lebih dari 500 bala atau kesialan maupun kemalangan di muka bumi.

Namun ada juga yang menyebut bahwa tradisi Rabo Wekasan bersumber dari keterangan kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf li Naf’il ‘Abid wa Qam’I Kulli Jabbar ‘Anid atau Mujarrobat ad-Dairobi yang dianjurkan oleh Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi. Tidak hanya itu, sumber lain yang mengatakan tentang Rabo Wekasan, yaitu Syekh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar dalam kitabnya Al-Jawahir Al-Khams.

Lewat kitab-kitab itulah disebutkan melalui keterangan dari seorang Waliyullah dan telah menduduki maqam kasyaf, mengatakan bahwa pada hari Rabu terakhir di bulan Safar Allah menurunkan 320.000 macam bala’ dalam satu malam.

Menurut keterangan dari Almarhum KH Maimoen Zubair, pada hari Rabo Wekasan dianjurkan untuk melakukan beberapa amalan. Diantaranya shalat 4 rakaat, membaca surat al-Kautsar 17 kali, membaca surat al-Ikhlas 5 kali, kemudian membaca surat al-Falaq dan an-Nas.

Selain itu beradasarkan keterangan Almarhum KH Maimoen Zubair tadi, صِفْر menurut orang Arab bermakna pucat yang berarti kosong. Seolah-olah bulan yang kosong itu Safar, sehingga seakan-akan Allah menciptakan bumi itu pada bulan Safar. Dengan demikian, pada saat mengingat kejadian penciptaan bumi, maka dikembalikan kepada Allah supaya selamat dari bahaya dan bala’. Tujuannya, agar setiap manusia yang hidup tidak hanya memikirkan hal duniawi saja sampai mengalami kesusahan.

Karena keyakinan adanya bala’ itulah sebagian masyarakat Jawa percaya tidak memilih atau malah menghindari hari tersebut untuk melangsungkan pernikahan atau hajatan. Banyak juga yang menyakini hari Rebo Wekasan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Tidak hanya itu, ada mitos menyebut bahwa bayi yang lahir pada hari itu harus diruwat agar terhindar dari kesialan atau malapetaka seumur hidupnya.

Meskipun demikian, keberadaan keyakinan Rebo Wekasan ini mendapatkan beragam pandangan miring. Namun yang jelas, baik pendapat  membolehkan dengan tidak dilakukannya amalan-amalan pada hari Rebo Wekasan sama-sama memiliki landasan dan argumennya masing-masing.

Adapun menurut perhitungan kalender Masehi, hari Rabu Wekasan tahun 2022 jatuh pada tanggal 21 September 2022. Mengenai peringatan itu, mendekati hari Rebo Wekasan beberapa daerah di Jawa melakukan beberapa tradisi bahkan Festival.

Seperti yang dilakukan oleh warga desa Jepang, kecamatan Mejobo, kabupaten Kudus, yang menggelar tradisi Air Salamun Rewo Wekasan. Tradisi yang dikemas menjadi festival itu telah ada sejak 1900-an dan telah dijadikan tradisi budaya desa pada 2009 silam. (Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bulan SafarRebo Wekasan
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

DLH Sebut Pati Selatan Butuh Adanya TPA

Next Post

Wisata Sendang Sani Resto Pati, Nikmati Hidangan Enak Ditemani Pesona Ikan Koi

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Tradisi Rabu Wekasan di Grobogan, Pasangan Saling Usap Jenang ke Wajah untuk Tolak Bala

Tradisi Rabu Wekasan di Grobogan, Pasangan Saling Usap Jenang ke Wajah untuk Tolak Bala

by Sekar Sari
13 Agustus 2026
515

GROBOGAN, Harianmuria.com - Tradisi Rabu Wekasan di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan diwarnai gelak tawa dan suasana penuh keakraban. Warga saling menyuapi sekaligus mengusapkan bubur atau jenang...

Gunungan kirab diarak menuju lokasi masjid Wali Al-Makmur Jepang Mejobo Kudus, Selasa (20/9). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

Festival Rebo Wekasan Air Salamun, Desa Jepang Kudus Adakan Kirab Budaya

by Sekar Sari
21 September 2022
671

KUDUS - Masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus melangsungkan tradisi kirab budaya Air Salamun Rebo Wekasan, Selasa (20/9). Kirab tersebut menjadi serangkaian agenda dari kegiatan Festival Rebo Wekasan.

ILUSTRASI: 4 Amalan Rebo Wekasan pada akhir bulan Safar. (Gambar Diolah/Harianmuria.com)

4 Amalan Rebo Wekasan di Bulan Safar Agar Terhindar dari Malapetaka

by Sekar Sari
20 September 2022
682

Istilah Rebo Wekasan sudah tidak asing lagi setiap kali mengarungi bulan kedua Hijriyah, yakni Safar. Ada beberapa amalan bahkan dianjurkan untuk menyambut hari tersebut. Tahun ini peringatan Rebo...

Pembukaan acara Rebo Wekasan di Desa Jepang RT 1 RW 6 Mejobo Kudus, Senin (12/9). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

Festival Air Salamun Rebo Wekasan Desa Jepang Kudus Kembali Digelar

by Sekar Sari
15 September 2022
634

KUDUS, Harianmuria.com - Masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus kembali menggelar tradisi Air Salamun Rebo Wekasan Masjid Wali Jepang usai dua tahun vakum karena pandemi Covid-19. Ketua...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

PKG

80 Persen Warga Jateng Ditargetkan Terima Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 Februari 2025
695
Aplikasi TikTok yang dapat digunakan untuk menghasilkan uang. (Freepik/Harianmuria.com)

Inilah Cara Mudah Cari Cuan Banyak dari Aplikasi TikTok

16 November 2022
592

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya