KENDAL, Harianmuria.com – Nelayan di Kabupaten Kendal segera mendapat angin segar dengan rencana pembangunan dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) baru. Penambahan SPBN ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan solar subsidi yang sebelumnya kerap dikeluhkan.
SPBN Baru di Rowosari Segera Dibangun
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo, menyampaikan bahwa tahun 2025 ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BUMD akan membangun SPBN di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari.
“Proses perizinan sudah beres dan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan keluar sebulan lalu. Tinggal menunggu pembangunan fisiknya, mudah-mudahan bisa dimulai dalam satu hingga dua bulan ke depan,” jelasnya, Rabu, 1 Oktober 2025.
SPBN Kedua Dibangun Pemkab Kendal
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Perusda juga berencana membangun satu SPBN tambahan pada 2026. Lokasinya diproyeksikan berada di wilayah tengah, antara Desa Pidodo dan Wonosari, Kecamatan Patebon.
“Sekarang masih tahap pencarian lahan. Kita masih menunggu konfirmasi, yang jelas di wilayah tengah,” tambah Hudi.
Kuota Solar Subsidi Dipenuhi Pertamina
Hudi memastikan pasokan solar subsidi untuk nelayan Kendal dalam kondisi aman. Setelah Bupati Kendal mengajukan permohonan tambahan kuota, Pertamina menyetujui peningkatan alokasi.
“Kuota kita yang semula hanya 8.699 KL (kiloliter) pada 2025 akhirnya dipenuhi menjadi hampir 12.000 KL, sama seperti 2024,” ungkapnya.
Nelayan Merasa Terbantu
Dengan tambahan kuota dan rencana pembangunan SPBN baru, nelayan kini lebih tenang. Zulkarnaen, salah satu nelayan Desa Sendang Sikucing, mengaku tidak lagi kesulitan mendapatkan solar subsidi.
“Dulu sering kesulitan, bahkan sampai beli ke SPBU Wonotenggang karena kelangkaan solar di SPBN Tawang. Sekarang alhamdulillah sudah aman, stoknya cukup,” ujarnya.
Saat ini Kendal memiliki dua SPBN aktif, yakni di Kelurahan Bandengan dan di Tawang Desa Gempolsewu. Dengan adanya tambahan dua SPBN baru, kebutuhan bahan bakar nelayan diharapkan makin tercukupi dan distribusi solar subsidi lebih merata.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











