KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mencapai kemajuan dalam upaya pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar co-firing yang dihasilkan dari sampah padat.
Pemkab berhasil menggandeng perusahaan untuk menjadi investor dalam proyek tersebut, yaitu PT Semen Gresik. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) akan segera dilakukan kedua pihak.
“Dalam waktu dekat ini, kemungkinan minggu depan, akan kami lakukan MoU dengan pihak Semen Gresik,” Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Jumat (11/4/2025).
Meskipun sudah ada perusahaan yang akan melakukan kerjas ama terkait pengolahan sampah, Bupati juga meminta untuk masyarakat bisa saling bersinergi. Sebab menurutnya, sampah ini berpotensi menyebabkan banjir.
Oleh karena itu, Pemkab mengimbau masyarakat untuk membudayakan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami harapkan masyarakat meningkatkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” ungkap Mbak Tika, sapaannya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi mengungkapkan pengolahan sampah di Kabupaten Kendal membutuhkan inovasi baru.
Untuk itu Pemkab berupaya menggandeng investor dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Kendal.
“Saya sudah ketemu investor, kami sedang dorong supaya mereka mau (berinvestasi). Mereka yang mengelola sampah di Solo dan Bali,” ujarnya.
(ARVIAN MAULANA – Harianmuria.com)











