BLORA, Harianmuria.com – Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora, menepis isu beroperasi tanpa ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ahli Gizi Sementara Merangkap dari SPPG Ngawen 01
Mitra Yayasan Semua Anak Bangsa yang mengelola dapur SPPG Sidomulyo, Jalal, menjelaskan selama ini ahli gizi yang mendampingi operasional dapur berasal dari SPPG Ngawen 01 dan bertugas untuk dua dapur sekaligus.
“Kemarin ada solusi dari yayasan, jadi ahli gizi merangkap dulu sampai kami dapat ahli gizi khusus untuk dapur ini,” ujar Jalal pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Ahli Gizi Baru Sudah Direkrut
Jalal menegaskan pihaknya telah mendapatkan ahli gizi baru yang akan bertugas khusus di dapur SPPG Sidomulyo.
“Alhamdulillah, tadi siang sudah mendapatkan ahli gizi orang Randublatung, sudah wawancara dan sudah deal,” tambahnya.
Baca juga: Korwil SPPG Blora Tegur Keras Dapur MBG Tak Layak, Instruksikan Pembenahan dalam 7 Hari
Izin Operasional Dapur Sudah Sesuai Standar BGN
Jalal memastikan bahwa setiap operasional dapur harus mendapatkan izin dari BGN, termasuk dapurnya yang telah diperbolehkan menggunakan sistem merangkap ahli gizi dari dapur lain.
“Untuk sementara BGN memperbolehkan ahli gizi untuk mem-backup dapur lainnya dalam naungan satu yayasan,” katanya.
Baca juga: Dapur Dinilai Tak Layak, Mitra BGN di Sidomulyo Komitmen Selesaikan 10 PR Dinkesda Blora
Tantangan Minimnya Lulusan Ahli Gizi di Blora
Menurut Jalal, belum ada aturan resmi mengenai waktu maksimal rangkap tugas ahli gizi, tapi pihaknya diharapkan segera mendapat ahli gizi definitif. Ia juga menyoroti minimnya lulusan ahli gizi di Blora.
“Banyak pendaftar, tapi tidak fokus gizi. Ada sarjana teknologi pangan dan kesehatan masyarakat yang mendaftar, tapi tidak sesuai juknis BGN,” jelasnya.
Sambil menunggu ahli gizi definitif, dapur SPPG Sidomulyo mendapat kelonggaran untuk menggunakan ahli gizi dari SPPG Ngawen 01. “Sambil mencari ahli gizi, kami di-backup oleh ahli gizi satu yayasan,” pungkas Jalal.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











