• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kudus Darurat Sampah Gara-Gara TPA Tanjungrejo Disegel

Ika Tamara by Ika Tamara
20 Januari 2025
in News, Kudus, Viral
68 5
SAMPAH

Tumpukan sampah di Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah membludak, Senin (20/1/2025) imbas TPA Tanjungrejo disegel.

563
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, Harianmuria.com – Penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo di Kecamatan Jekulo oleh warga selama empat hari terakhir membuat Kabupaten Kudus berada dalam kondisi darurat sampah.

Tumpukan sampah terlihat di berbagai titik. Mulai dari permukiman, pasar, hingga kawasan perkotaan, bahkan sampah menutup sebagian badan jalan. 

Di tempat pembuangan sementara Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus terlihat tumpukan sampah menggunung.

Sampah rumah tangga yang terus berdatangan kini menutupi sebagian badan jalan dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Salah satu tempat pembuangan ini bahkan dipagari dengan pembatas bambu, menyebabkan sampah semakin tidak terkendali. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kudus, termasuk Pasar Bitingan. Bau tak sedap mulai mengganggu aktivitas warga dan pedagang.

Joko Santoso salah satu petugas TPA Pasar Bitingan mengatakan bahwa sampah sudah tidak diangkut sejak empat hari lalu.

“Kurang lebih empat hari ini nggak diambil. Saya sudah konfirmasi ke sopir angkot, katanya belum ada kesepakatan dari pihak TPA,” ujar Joko di Kudus, Senin (20/1/2025).

Di tengah situasi ini, petugas kebersihan terpaksa berjaga siang dan malam untuk mengantisipasi membludaknya sampah. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk mengatasi masalah sampah yang semakin parah.

Bunjari salah seorang petugas angkut sampah mengaku hanya bisa menunggu arahan dari kantor terkait.

“Kondisinya parah. Kami hanya bisa berjaga agar tidak makin menumpuk, tapi belum tahu sampai kapan seperti ini,” keluhnya.

Jumadi warga Desa Rendeng mengatakan tumpukan sampah di permukimannya sudah tidak terkendali karena tidak ada pengangkutan rutin.

“Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar situasi ini tidak makin parah,” ujarnya.

Penutupan TPA Tanjungrejo juga berimbas pada TPS di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. Sampah di TPS tersebut mulai overload akibat tidak bisa diangkut ke TPA Tanjungrejo.

“Sejak aksi penutupan TPA Tanjungrejo Kamis (16/1/2025) kemarin itu kami masih mengambil sampah dari rumah warga, tapi masih kami kumpulkan di TPS dulu karena TPA masih belum dibuka,” ucap Kepala Desa Jati Kulon, Heri Supriyanto.

Ia mengatakan, akibat TPS yang sudah penuh ini pihaknya pun tidak bisa lagi mengambil sampah ke rumah warga mulai Senin (20/1/2025). Pasalnya, sampah di TPS Jati Kulon sudah menumpuk di tiga kontainer dan tujuh bentor.

Pihaknya pun berharap agar TPA Tanjungrejo bisa segera dibuka dan beroperasi kembali seperti semula. Sehingga, pengelolaan sampah di Desa Jati Kulon bisa kembali normal.

Penutupan TPA Tanjungrejo bermula dari aksi protes ratusan warga yang menyegel lokasi pada Kamis (16/1/2025). Warga mengeluhkan pengelolaan sampah yang buruk, pencemaran lingkungan, dan dampak kesehatan.

Selain itu, lonjakan sampah pasca-perayaan Natal dan Tahun Baru turut memperburuk kondisi hingga tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo menutupi sebagian bangunan.

Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Rochim Sutopo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Pj Bupati harus segera mengambil tindakan menggunakan anggaran darurat atau kebencanaan untuk mengatasi persoalan ini. Sampah yang menumpuk tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya di Kudus, Senin (20/1/2025).

Ia mengaku sudah menerima laporan dari masyarakat bahwa sampah yang tidak terangkut ke TPA telah memenuhi TPS di berbagai desa. Hal ini membuat warga semakin resah dan bahkan muncul wacana untuk mengalihkan sampah ke tempat umum, seperti alun-alun, sebagai bentuk protes.

“Masyarakat punya hak untuk menyuarakan keresahannya melalui aksi-aksi demo. Ini adalah kebebasan berekspresi bagi masyarakat agar pemerintah daerah segera bergerak cepat,” ucapnya.

Rochim menyebut, langkah pertama yang bisa dilakukan Pemkab Kudus yakni dengan memanfaatkan anggaran darurat untuk menangani permasalahan sampah yang menggunung.

“Pengadaan mesin pengolah sampah bisa menjadi solusi jangka pendek. Jika serius, dalam waktu dua bulan permasalahan ini dapat diatasi,” katanya.

Kemudian, Rochim mengatakan bahwa perluasan atau pengadaan lahan baru untuk TPA juba bisa menjadi alternatif solusi untuk menangani masalah sampah di Kudus.

“Tapi untuk saat ini ‘kan masyarakat tidak bisa menunggu terlalu lama. Sampah sudah menumpuk di TPS-TPS, dan ini sudah menjadi masalah mendesak,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kudus mempercepat proses penataan sampah di TPA Tanjungrejo serta meminimalkan dampak lingkungan agar bisa beroperasi kembali. 

“Selain penataan sampah, kami juga tengah membuat parit untuk menampung lindi, serta penyemprotan eko enzim agar tidak menimbulkan polusi udara,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus Abdul Halil di Kudus, Senin (20/1/2025).

Upaya lainnya, yakni melakukan pengurukan tanah pada sampah dengan ketebalan tertentu untuk mencegah air lindi merembes ke bawah tanah dan mencemari air tanah. 

Menurut dia kesempatan ini bisa menjadikan pembelajaran terhadap masyarakat untuk peduli dengan memilah sampah dari rumah, sehingga sampah yang dibuang ke TPA benar-benar tidak bisa diolah. (FAHTUR ROHMAN – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: darurat sampahInfo KudusInfo Muriajawa tengahkudus
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Museum RA Kartini Jepara Diusulkan Revitalisasi

Next Post

PMK Masih Merajalela, Pengawasan Pasar Hewan di Rembang Diperketat

Ika Tamara

Ika Tamara

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
530

KUDUS, Harianmuria.com – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 telah disepakati dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus...

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

by ulfa puspa
13 Agustus 2026
529

KUDUS, Harianmuria.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses pembangunan Puskesmas Jekulo pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sidak dilakukan...

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

by ulfa puspa
11 Agustus 2026
529

KUDUS, Harianmuria.com – Masyarakat Kabupaten Kudus mengeluhkan asap dan debu aktivitas industri Pabrik Gula (PG) Rendang karena mengganggu kenyamanan. Keluhan tersebut mendapat respons Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Pihaknya kemudian...

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

by Sekar Sari
31 Juli 2026
1.6k

KUDUS, Harianmuria.com - Sosok ulama sekaligus penulis produktif asal Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belakangan menjadi perhatian publik setelah memilih tidak hadir untuk menerima MUI Award 2026...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

25 Mei 2026
565
Desa Wisata Japan Kudus Punya 4 Pilihan Unggulan: Religi hingga Edukasi Kopi

Desa Wisata Japan Kudus Punya 4 Pilihan Unggulan: Religi hingga Edukasi Kopi

11 Juni 2025
646

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya