Kamis, Januari 8, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Inovasi Warga Pekalongan, Sulap Eceng Gondok Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’

Inovasi Warga Pekalongan, Sulap Eceng Gondok Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’

Basuki by Basuki
12 Mei 2025 11:57
in News, Pekalongan, Seputar Jateng, Umum
0 0
Warga Kelurahan Padukuhan Kraton mencacah eceng gondok untuk dijadikan kompos sebagai media tanam urban farming. (Fahri Akbar/Harianmuria.com)

Warga Kelurahan Padukuhan Kraton mencacah eceng gondok untuk dijadikan kompos sebagai media tanam urban farming. (Fahri Akbar/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PEKALONGAN, Harianmuria.com – Warga Kelurahan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan, menunjukkan cara inovatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus mendukung pertanian perkotaan (urban farming).

Tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma dan mencemari sungai, kini berhasil mereka manfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik yang ramah lingkungan.

Lurah Padukuhan Kraton Widya Putry Nugroho menjelaskan, inisiatif ini muncul sebagai solusi ganda untuk mengatasi limbah eceng gondok dan memenuhi kebutuhan pupuk alami bagi kegiatan urban farming di wilayahnya. Warga mengolah eceng gondok berukuran pendek menjadi kompos dengan proses yang cukup sederhana.

“Kami di sini memanfaatkan eceng gondok menjadi kompos untuk kegiatan urban farming. Meskipun jumlah yang dihasilkan belum banyak, kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan,” kata Putry belum lama ini.

Baca Juga:  Stok Darah A dan AB Menipis di Awal 2026, PMI Kota Pekalongan Ajak Warga Segera Donor

Menurut Putry, proses pembuatan kompos dimulai dengan mencacah eceng gondok. Hasil cacahan kemudian dicampur dengan tanah atau sekam dengan perbandingan satu karung eceng gondok untuk satu karung tanah atau sekam. Tanpa perlu tambahan bahan lainnya, campuran ini akan menjadi kompos siap pakai dalam waktu sekitar dua minggu.

Dari satu karung eceng gondok yang diolah bersama satu karung tanah, dapat dihasilkan dua karung kompos. Hasil kompos ini kemudian dimanfaatkan langsung oleh warga untuk kegiatan pertanian di lingkungan rumah mereka.

“Alhamdulillah, kompos yang kami buat ini sangat membantu dalam mengakomodasi kegiatan urban farming warga. Untuk saat ini, kami belum bisa memproduksi dalam jumlah besar untuk dipasarkan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Harga Bahan Pokok di Kota Pekalongan Awal 2026 Fluktuatif, Cabai dan Bawang Turun Tajam

Putry menambahkan, eceng gondok memiliki kandungan berbagai unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, sehingga sangat potensial sebagai bahan baku pupuk organik.

“Melalui pengolahan yang tepat, tanaman air yang dulunya menjadi masalah kini bertransformasi menjadi sumber daya berharga untuk mendukung pertanian kota yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(FAHRI AKBAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: eceng gondokeceng gondok jadi komposInfo Pekalongankota pekalonganpertanian perkotaanpupuk organikurban farming

Related Posts

Dindikbud Demak pastikan gaji ke-13 dan THR guru PAI cair Januari 2026.
Demak

Dindikbud Demak Pastikan Gaji ke-13 dan THR Guru PAI Cair Januari 2026

8 Januari 2026
Sebanyak 11 siswa SDN 2 Jati Barat Jepara diduga keracunan setelah konsumsi mi goreng pedagang keliling, satu siswa masih dirawat di Puskesmas.
Jepara

11 Siswa SDN 2 Jati Barat Jepara Diduga Keracunan Mi Goreng, 1 Masih Dirawat di Puskesmas

8 Januari 2026
Sektor pasar Blora sumbang Rp7,7 miliar ke PAD tahun 2025, melampaui target Rp7,1 miliar.
Blora

Sektor Pasar Blora Sumbang Rp7,7 Miliar ke PAD, Lampaui Target 2025

8 Januari 2026
Unik, SPPG Ngawen 2 Blora kirim menu MBG dengan sopir berkostum wayang untuk meningkatkan antusias siswa di hari pertama sekolah.
Blora

Unik, SPPG Ngawen 2 Blora Antar Menu MBG Pakai Sopir Berkostum Wayang

8 Januari 2026
Load More
Next Post
Perwakilan PT LPI Pramono Sidik menunjukkan akta jual beli lahan dan mengklarifikasi insiden perusakan rumah warga Pundenrejo yang berdiri di atas lahan sengketa tersebut. (Mutia Parasti/Harianmuria.com)

PT LPI Akui Karyawannya Lakukan Perusakan Rumah Warga Pundenrejo Pati

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru ASN Blora Sumringah, Anggaran Rp40,73 Miliar Cair untuk Gaji ke-13 dan THR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS