REMBANG, Harianmuria.com – Destinasi wisata alam Puncak Panggang di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, menyiapkan fasilitas baru berupa wahana lift naik gunung sepanjang 150 meter untuk pengunjung.
Owner Wisata Puncak Panggang, Mahmudi, menuturkan proyek tersebut kini memasuki tahap akhir dan menunggu pemasangan mesin sebelum dioperasikan.
“Rel, ruang tunggu, dan pintu masuk sudah selesai. Sekarang tinggal pemasangan mesin, setelah itu akan kami launching. Harapannya bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Puncak Panggang,” jelas Mahmudi, Senin, 29 Juni 2026.
Berawal dari wisata yang hanya mengandalkan panorama alam, menurutnya kini Puncak Panggang menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, terutama saat akhir pekan.
Mahmudi mengatakan wisata yang ia kelola telah memasuki tahun ketiga. Popularitas Puncak Panggang mulai meningkat dalam dua tahun terakhir setelah pembangunan kolam renang yang menjadi daya tarik baru.
“Awalnya kami hanya menjual keindahan alam dan pemandangan. Pelan-pelan mulai dikenal masyarakat. Setelah itu kami menambah fasilitas seperti kolam renang. Sekarang yang paling diminati pengunjung adalah kuliner, kolam renang, camping, dan menikmati sunrise,” ujarnya.
Wisata alam Puncak Panggang ini beroperasi selama 24 jam setiap hari. Tiket masuk dipatok Rp5.000 per orang, sedangkan pengunjung yang menginap dikenakan tarif Rp10.000 per orang.
Pihak pengelola juga menyediakan fasilitas toilet umum gratis, enam kamar mandi, kantin, area camping keluarga dengan rumput sintetis, serta area yang mampu menampung sekitar 3.000 pengunjung.
Menurut Mahmudi, saat malam libur jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai lebih dari 1.000 orang. Bahkan, belum lama ini pihaknya sempat kewalahan karena seluruh tenda yang tersedia telah terisi.
“Kalau malam Minggu memang ramai. Kemarin sampai overload, banyak pengunjung yang akhirnya pulang karena tidak kebagian tenda. Untuk yang membawa tenda sendiri dikenakan biaya Rp50 ribu, sedangkan sewa tenda dari kami Rp100 ribu,” katanya.
Meski jumlah wisatawan terus meningkat, Mahmudi berharap ada perhatian pemerintah terhadap akses jalan menuju lokasi wisata. Saat ini, jalan dari aspal menuju area parkir masih berupa jalan tanah sehingga cukup menyulitkan pengunjung.
“Harapan kami akses jalannya bisa diperbaiki, minimal dicor sampai area parkir. Selama ini pengembangan fasilitas kami lakukan secara mandiri. Dukungan infrastruktur tentu akan sangat membantu perkembangan wisata ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Chomatwati, mengapresiasi upaya pengelola dalam mengembangkan destinasi wisata secara mandiri.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan pelaku wisata menjadi langkah positif dalam meningkatkan daya tarik pariwisata di Kabupaten Rembang.
“Kami mengapresiasi pengelola yang terus berinovasi menambah fasilitas wisata. Pemerintah akan terus mendorong promosi destinasi wisata di Kabupaten Rembang agar semakin dikenal masyarakat luas. Kami juga berharap pengelola terus menjaga kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan sehingga wisatawan semakin tertarik berkunjung,” ujarnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia











