REMBANG, Harianmuria.com – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Hal ini karena dalam kondisi cuaca kering, percikan api bahkan dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, mengatakan tim pemadam kebakaran (Damkar) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) setiap hari melakukan pemantauan dan penanganan terhadap sejumlah titik potensi kebakaran.
“Tim kami Damkar hampir sehari itu ada tiga titik lokasi,” ujar Luthfi, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurutnya, kebakaran lahan menjadi salah satu ancaman yang perlu mendapatkan perhatian serius karena sebagian besar kejadian diduga dipicu oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran lahan.
“Karena memang kebakaran lahan biasanya hampir 99 persen terjadi karena unsur kesengajaan,” katanya.
Untuk mencegah kejadian semakin meluas, BPBD Rembang telah menyampaikan surat kepada pemerintah desa melalui kecamatan. Sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial agar informasi mengenai bahaya pembakaran lahan dapat semakin luas diterima masyarakat.
BPBD juga telah melakukan koordinasi lintas sektoral dengan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, kejaksaan hingga instansi terkait lainnya.
Luthfi menyebut pihaknya akan membuat flyer atau materi edukasi khusus mengenai pembakaran lahan. Sosialisasi tersebut tidak semata-mata diarahkan pada penindakan hukum, melainkan lebih menekankan upaya pencegahan.
“Bukan berarti untuk ditindak secara hukum, tapi kami berharap untuk mengurangi adanya kebakaran lahan,” jelasnya.
Ia memahami bahwa sebagian masyarakat memilih membakar lahan karena dianggap sebagai cara paling cepat untuk membersihkan area yang luas. Namun, praktik tersebut harus diawasi secara ketat agar api tidak merembet ke wilayah lain.
“Karena yang paling cepat untuk menata lahan yang sangat luas memang dengan dibakar. Jadi kalau ada yang membakar bukan berarti kita melarang, karena aturan sebenarnya sudah ada. Tapi paling tidak pembakaran lahan itu untuk diawasi,” ungkapnya.
Menurut Luthfi, pengawasan menjadi penting karena api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan cepat menjalar, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
BPBD juga memberikan perhatian khusus terhadap lahan pertanian dan perkebunan. Pihaknya mewanti-wanti agar aktivitas pembersihan lahan tidak merusak tanaman dan produktivitas pertanian yang telah dipersiapkan para petani.
“Jangan sampai pembakaran lahan ini bisa membakar produktivitas yang sudah disiapkan oleh para petani,” tegasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia











