GROBOGAN, Harianmuria.com – Ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Grobogan semakin meningkat seiring musim kemarau panjang. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya tiga kali kebakaran terjadi dan diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun daun kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Kebakaran terbaru terjadi di lahan kosong dekat kandang ayam di Dusun Mojolegi, Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Grobogan, Sulardi, mengatakan api diduga berasal dari pembakaran daun kering. Kobaran api kemudian membesar dan nyaris merembet ke bangunan kandang ayam milik warga.
“Insiden ini pertama kali dipergoki oleh Ketua RT 02, Munir, sekitar pukul 19.05 WIB saat lewat di lahan yang terbakar di Dusun Mojolegi,” kata Sulardi dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Melihat kobaran api semakin membesar, Munir kemudian meminta bantuan warga sekitar. Warga berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan. Warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Damkar Induk Purwodadi.
Mendapat laporan tersebut, Sulardi menugaskan petugas Damkar yang dipimpin Bangga Kukuh P untuk menuju lokasi. Petugas juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB menggunakan satu armada truk pemadam serta satu truk tangki suplai. Penyemprotan dan pendinginan dilakukan secara intensif,” jelas Sulardi.
Karena area yang terbakar cukup luas, Damkar kemudian meminta dukungan tambahan berupa satu armada truk tangki suplai dari BPBD Grobogan.
Dengan bantuan petugas dan warga sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.53 WIB. Bangunan kandang ayam yang berada di sekitar lokasi pun berhasil diselamatkan.
Kebakaran serupa terjadi sehari sebelumnya. Pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 20.30 WIB, pekarangan warga yang berbatasan langsung dengan kawasan industri PT Semen Grobogan di Kecamatan Tanggungharjo juga terbakar.
Sementara itu, pada Senin siang, 3 Agustus 2026 kebakaran terjadi di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Purwodadi, tepatnya di area belakang SPBU Gajah Mada.
Kebakaran tersebut sempat memicu kepanikan karena lokasi berada tidak jauh dari area pengisian bahan bakar. Kesigapan petugas kepolisian, Damkar, BPBD, serta karyawan SPBU berhasil menghentikan pergerakan api sebelum mencapai tangki dan area vital SPBU.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian Damkar Satpol PP Grobogan, terlebih kondisi cuaca yang semakin kering memasuki musim kemarau.
Sulardi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran sampah, rumput, maupun daun kering secara sembarangan.
Pembakaran yang ditinggalkan tanpa pengawasan, kata dia, berpotensi menjadi sumber api yang dengan cepat merambat ketika kondisi lahan kering dan disertai angin kencang.
Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam apabila terpaksa melakukan aktivitas pembakaran. Langkah tersebut penting untuk mencegah api kembali membesar dan merembet ke permukiman, lahan pertanian, maupun bangunan di sekitarnya.
“Jangan membakar sampah, rumput, atau daun kering sembarangan, terutama saat kondisi kemarau seperti sekarang,” tegasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Tia











