BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora terus mendorong pelaku usaha lokal untuk menembus pasar ekspor. Salah satu sektor unggulan yang kini mulai dilirik dunia adalah olahan kayu jati, terutama dari bagian akar pohon jati yang diolah menjadi produk bernilai tinggi.
Kepala Dindagkop UKM Blora Kiswoyo menyebutkan bahwa ekspor produk olahan kayu jati makin diminati berbagai negara. Ia menargetkan pelaku usaha lokal dapat meningkatkan kualitas dan daya saing agar mampu memenuhi permintaan global secara berkelanjutan.
“Kami akan dorong pelaku usaha untuk mengikuti event berskala internasional seperti International Furniture Expo (IFEX). Ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Blora ke pasar dunia,” kata Kiswoyo, Senin, 4 Agustus 2025.
Blora Kirim 7 Kontainer Olahan Kayu Jati
Meskipun sebagian besar pelaku usaha masih berstatus UMKM atau berbentuk CV, produk mereka dinilai memiliki kualitas ekspor. Beberapa buyer bahkan telah melakukan pembelian berulang, menandakan bahwa produk olahan kayu jati Blora mulai mendapat tempat di pasar global.
“Ekspor per Agustus ini sudah mencapai tujuh kontainer. Baru-baru ini kami kirim empat kontainer ke Selandia Baru. Dari beberapa produk kayu, buyer melirik olahan akar kayu jati,” terang Kiswoyo.
Pendampingan dan Branding Produk Lokal
Dindagkop UKM akan memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM agar mampu menjaga kualitas produksi, sekaligus membantu dari sisi branding dan pemasaran. Tujuannya, agar produk olahan kayu jati tak hanya dikenal lokal, tetapi menjadi ikon ekspor Blora.
“Branding produk itu penting. Kalau ikut event seperti IFEX, dunia akan lebih mengenal produk Blora. Kami akan fasilitasi semaksimal mungkin,” ujar Kiswoyo.
Baca juga: Furnitur Jati Blora Mendunia, DPRD Dorong Pemkab Genjot Ekspor
Kayu Jati Blora Sudah Dikenal Dunia
Pelaku usaha furnitur dan olahan kayu jati, Widyasintha Cokronegoro, menyebut bahwa nama Blora sudah dikenal luas oleh buyer internasional karena kualitas kayu jatinya.
“Saat saya bilang produk ini dari Blora, para buyer langsung tertarik. Mereka tahu kualitas kayu jati Blora dari sumbernya langsung,” ungkapnya.
Widya menjelaskan, untuk memenuhi permintaan ekspor, ia bekerja sama dengan banyak perajin lokal dari berbagai wilayah seperti Randublatung, Seren, Ngliron, hingga Nglebur. Ia menangani bagian finishing, pengemasan, hingga pengiriman ke luar negeri.
“Nilai ekspor terakhir mencapai Rp1,5 miliar. Kami kirim ke Selandia Baru dan Kanada, sementara Amerika dan Austria sudah jadi pelanggan rutin,” ujar Widya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











