BLORA, Harianmuria.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus melanjutkan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Blora. Hingga tahun 2025, sebanyak 11 desa dari total 295 desa/kelurahan masih belum tersentuh program ini.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha ATR/BPN Blora, Elvyn Bina Eka Kusuma, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan seluruh desa di Blora akan masuk program PTSL paling lambat tahun 2027.
“Tahun ini sudah 285 desa/kelurahan yang ikut PTSL. Tahun depan kita targetkan empat desa tambahan, dengan sasaran sekitar 2.000 bidang tanah,” ujar Elvyn, Rabu, 8 Oktober 2025.
4 Desa Jadi Target PTSL 2026
Adapun empat desa yang akan menjadi lokasi program PTSL tahun 2026 adalah Desa Kutukan Kecamatan Randublatung, Desa Ketringan Kecamatan Jiken, serta Desa Bedingin dan Desa Bacin Kecamatan Todanan.
“Desa Kutukan itu lanjutan, kemarin ada tapi kurang lengkap, jadi ini masuk kembali. Jadi dari 11 Desa itu berkurang 3 desa untuk sasaran tahun depan,” terang Elvyn.
Elvyn berharap masyarakat di desa-desa tersebut segera menyiapkan dokumen administrasi dan memenuhi kewajiban perpajakan, agar proses sertifikasi tanah berjalan lancar.
“Pengukuran tanah direncanakan mulai November tahun ini. Kalau administrasi rapi, penerbitan sertifikat bisa lebih cepat,” jelasnya.
37.736 Bidang Tanah Belum Terdaftar di Blora
Data hingga Oktober 2025 mencatat bahwa dari total 643.542 bidang tanah di Kabupaten Blora, baru 605.806 bidang yang sudah terdaftar. Artinya, masih ada 37.736 bidang tanah yang belum bersertifikat.
“Kami targetkan seluruh bidang tanah bisa terdaftar dan tersertifikasi paling lambat tahun 2027,” tegas Elvyn.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











