KUDUS, Harianmuria.com – Dalam dua dekade terakhir, Indonesia telah mengalami pelbagai perubahan pemerintahan, dari era Orde Baru, Orde Lama, hingga reformasi.
Demokratisasi yang terjadi pasca orde baru dari tahun 1999 hingga 2018 menjadi pembelajaran penting bagi generasi muda untuk menguatkan ideologi kebangsaan.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Achmad Yusuf Roni yang menjadi salah satu pemateri dalam bedah buku berjudul ‘Demokrasi Indonesia Pasca Orde Baru’ karya Jamie S. Davidson.
Agenda yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pemikiran Politik (PPI) itu berlangsung di Gedung PKM lantai 2 kampus barat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Rabu (19/10).
Yusuf menilai demokrasi pasca Orba yang diuraikan dalam buku Davidson tersebut sangat penting untuk dipelajari, terutama bagi kalangan mahasiswa generasi sekarang yang hidup pada era reformasi.
“Terlebih, mereka lahir pada zaman ketika Orde baru sudah tidak ada, ini tentunya sangat menarik untuk digali lebih dalam melalui diskursus yang bisa menambah wawasan kita,” jelas Yusuf saat ditemui, Rabu (19/10).
Ia pun mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa PPI sebagai bentuk kegiatan produktif dan bisa menambah wawasan serta pengetahuan tentang demokrasi Indonesia pasca Orde baru.
“Terutama pada inovasi, stagnasi, dan polarisasi yang direkam pada zaman dulu di masing-masing presiden,” tambahnya.
Di lain sisi, Ketua Panitia Muhammad Rokib mengungkapkan kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk meningkatkan iklim literasi mahasiswa dengan tema ‘Pekan Kebangsaan Mahasiswa PPI’.
Selain itu, event yang dihadiri sekitar 80 peserta itu juga diharapkan dapat mempererat solidaritas mahasiswa PPI serta memupuk jiwa kebangsaan mahasiswa.
“Sebagai upaya membangun edukasi dan literasi bagi mahasiswa, apalagi ini juga nantinya di bulan November ada hari pahlawan, jadi sebagai momentum mengenang pahlawan perjuangan juga,” imbuhnya. (Lingkar Network | Hasyim Asnawi – Harianmuria.com)











