• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Sabtu, Agustus 22, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Teater Tigakoma Membaca Arifin C Noer

Sekar Sari by Sekar Sari
6 Februari 2023
in Kudus
77 5
Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK). (Istimewa/Harianmuria.com)

Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK). (Istimewa/Harianmuria.com)

628
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, Harianmuria.com – Umang-Umang atawa Orkes Madun II. Pertama-tama dihadapkan naskah besar tersebut – bahkan kami sangat yakin bahwa tidak ada yang berani meragukannya – kami sontak hampir gontai.

Pertanyaan yang tumbuh menonjol dan kian terjal yakni: akan kita kemanakan naskah besar tersebut? Kami yang akan diarahkan oleh Umang-Umang, atau sebaliknya? Kebetulan, kami sama-sama sepakat, bahwa kami yang akan mengarahkan Umang-Umang.

Namun dengan alasan-alasan apa? Dengan tujuan apa kami memberi warna pada naskah tersebut? Menurut hemat kami, naskah – dalam hal ini Umang-Umang – Arifin cenderung membukabebaskan ruang yang besar untuk melakukan berbagai eksperimentasi. Pasalnya, cerita berkembang bebas kemana-mana menabrak jalur-jalur konvensional.

Misal plot yang kerap berganti mendadak, diikuti dengan peralihan set yang notabene imajiner. Itu bisa saja menjadi keberuntungan sekaligus kesialan bagi kami. Akan berakibat fatal, kalau saja ketika ingin memberikan alasan keterhubungan dari kumpulan fragmen plot dalam naskah yang tidak linier itu, dramaturg dan sutradara tidak teliti.

Betapa tidak? Menghadapi simbol-simbol pada keterangan di dalam naskah yang – menurut Sapardi Djoko Damono, di salah satu wawancaranya- begitu puitis tentu boleh dibilang kejelian serta kecekatan sutradara sangat dituntut. Tidak terkecuali juga daya tangkap yang komprehensif dari para aktor. Di sini, menurut kami, kepekaan sosial jadi taruhannya. Kami tidak akan sampai pada jeritan kaum miskin yang ingin disuarakan Arifin, kalau saja kepekaan sosial kami tumpul. Mengingat naskah ini tidak terlepas dari persoalan tersebut. Dalam hal ini, kami harus berhati-hati.

Agaknya yang begitu kental dalam ingatan kami dari salah satu kredo Arifin yaitu, bahwa pertunjukan itu harus gemerincing. Artinya, sebelum melahirkan ke-gemerincing-an itu sendiri, kita harus bersedia menciptakan suasana sepi senyap terlebih dahulu. Hingga gemerincing itu akan nampak.

Lalu, untuk mencapai apa yang kami harapkan, kami telah melakukan berbagai pendekatan. Mulai dari pemilihan kostum yang tidak terlampau jauh dari zaman kami. Pola akting yang segar. kehadiran media (proyektor). Tak luput juga dengan komposisi musik yang tidak hanya sekadar menempel dan menjadi pemanis. Namun memiliki daya resonansi dan sebangun dengan jiwa di tiap adegan.

Yang kami ramu sedemikian rupa agar dapat menopang konstruksi dramatik dan tidak terjebak pada pola akting yang purba. Tujuan kami agar naskah Umang-Umang tidak kelewat jauh panggang dari api, sehingga memungkinkan dapat berkompromi dengan generasi kami, tanpa mengurangi kedalaman Umang-Umang itu sendiri. Dengan ini pertunjukan akan menemukan kontur yang tentunya akan menjadi kepemilikan kelompok kami dan mudah-mudahan subtil.

Akankah kami mampu menjinakkan naskah besar ini, sehingga -barangkali bisa dibilang- dapat menjadi pergumulan yang baik antara pelakon dan penonton? Kami benar-benar tidak bermaksud hendak berbicara dikotomi baik dan buruk mengenai pementasan kami. Jadi, setelahnya, kami berharap bisa menghibur tamu kami dengan trengginas. Sampai jumpa di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info KuduskudusTeaterTeater TigakomaUniversitas Muria Kudus
SummarizeShare45SendShare
Previous Post

DPUTR Pati Pastikan Pengerjaan Jalan Rusak Dimulai Maret

Next Post

Pemkab Blora Upayakan Insentif Guru Madin Meningkat

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
534

KUDUS, Harianmuria.com – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 telah disepakati dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus...

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

by ulfa puspa
13 Agustus 2026
533

KUDUS, Harianmuria.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses pembangunan Puskesmas Jekulo pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sidak dilakukan...

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

by ulfa puspa
11 Agustus 2026
532

KUDUS, Harianmuria.com – Masyarakat Kabupaten Kudus mengeluhkan asap dan debu aktivitas industri Pabrik Gula (PG) Rendang karena mengganggu kenyamanan. Keluhan tersebut mendapat respons Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Pihaknya kemudian...

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

by Sekar Sari
31 Juli 2026
1.6k

KUDUS, Harianmuria.com - Sosok ulama sekaligus penulis produktif asal Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belakangan menjadi perhatian publik setelah memilih tidak hadir untuk menerima MUI Award 2026...

Load More

BERITA UTAMA

Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

21 Agustus 2026
512
Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

21 Agustus 2026
523
4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

20 Agustus 2026
518
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
535

TRENDING HARI INI

  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Soal Penyegelan Rusun, Disperkim Semarang Sebut Upaya Capai Target Retribusi Rp5,5 M

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Gudang Pengolahan Bulu Ayam di Kaliori Rembang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kerja Sama Indonesia-Uruguay Buka Potensi Ekspor 27 Komoditas

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

14 Ribu Siswa SD di Rembang Jadi Sasaran Program Imunisasi MR dan HPV

14 Ribu Siswa SD di Rembang Jadi Sasaran Program Imunisasi MR dan HPV

20 Agustus 2026
514
Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja?

20 Oktober 2022
4.2k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya