KUDUS, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus telah menemukan sebanyak 2.290 kasus penyakit tuberculosis (TBC) pada semester I atau per Juni 2023. Dari jumlah itu, ada yang merupakan kasus baru maupun kasus lama.
Wakil Supervisor TBC DKK Kudus, Andi Purwono, menyampaikan target penemuan kasus TBC tahun 2023 ini yaitu sebanyak 2.500 temuan. Sementara itu untuk target penemuan suspect TBC yakni sekira 12 ribu.
“Kalau untuk capaian temuan suspect TBC di Kudus itu baru sekira 47 persen,” ujarnya.
Andi optimistis target penemuan suspect TBC ini bisa tercapai. Menurutnya, semakin banyak suspect ditemukan, maka proses pengendalian penyebaran penyakit TBC ini juga semakin cepat.
Penyakit TBC rata-rata menyerang masyarakat pada usia-usia produktif, mulai dari usia 15-45 tahun. Kendati ada lansia yang terpapar TBC, hal itu bisa terjadi lantaran masa inkubasi yang lama.
“Info terbaru memang ada lansia usia di atas 50 atau 60 tahun yang kena, itu mungkin pernah sakit atau dia sudah terpapar. Tapi karena masa inkubasi penyakit TBC ini lama, jadi bisa saja baru terlihat saat sudah lansia, tergantung daya tahan tubuhnya,” terangnya.
Sedangkan, temuan kasus tertinggi penyakit TBC ada di Kecamatan Kaliwungu. Andi pun mengapresiasi capaian temuan kasus TBC tersebut.
“Kudus yang tinggi temuan kasusnya dan tertangani serta sudah terobati itu di Kecamatan Kaliwungu. Hal ini bagus karena bisa cepat tertangani dan bisa memutus rantai virus TBC,” tandasnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus. S – Koran Lingkar)











