KUDUS, Harianmuria.com – Kisahkan pergolakan yang dirasa orang miskin, naskah “Umang-Umang” karya Arifin C mengalur sukses di atas panggung Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Sabtu malam (24/12).
Kelompok Kajian Teater UMK berkolaborasi dengan alumni lintas generasi, bahu-membahu untuk merancang pertunjukan yang lebih segar demi terciptanya jembatan yang akan menghubungkan resonansi pertunjukan menuju jiwa para penonton. Pentas produksi ke-17 itu bahkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seorang Dramaturg, Dhani Azzra menjelaskan bahwa naskah yang ditampilkan kali ini lebih menitik beratkan pada tidak adanya lagi ruang nyaman bagi orang miskin.
“Ketika tidak ada lagi ruang-ruang bagi kemiskinan maka ia akan merubah bentuk jadi kejahatan,” terangnya.
Lain dengan yang diungkap oleh Sutradara Eko Baharuddin, dirinya mengatakan naskah ini ingin menceritakan tentang keabadian kemiskinan itu sendiri.
“Keabadian yang menjadi sifat ambisius hampir sebagian banyak umat manusia,” ungkapnya.
Malam itu pun serasa berkesan, sebab bertaburnya aktor muda nan energik telah bersatu menjadi kolaborasi yang apik dengan iringan peran para aktor senior. (Lingkar Network | Harianmuria.com)











