BLORA, Harianmuria.com – Penerapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada setiap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Blora mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus membuka ruang inovasi.
BLUD Dorong Inovasi dan Fleksibilitas RSUD
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, menyebut status BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan rumah sakit.
“Status BLUD itu dapat menjadi ruang inovasi bagi RSUD. Sehingga kualitas pelayanan kesehatan dapat optimal,” ujarnya, Senin, 22 September 2025.
Dengan sistem BLUD, RSUD bisa menggunakan langsung pendapatan untuk belanja operasional tanpa menunggu pencairan APBD. Dampaknya, ketersediaan obat, alat kesehatan, hingga perekrutan tenaga medis bisa lebih cepat.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Edi menjelaskan, penerapan BLUD membuat RSUD mampu melakukan reinvestasi dari pendapatan. Misalnya, pengadaan alat kesehatan baru seperti CT Scan dan ventilator, renovasi ruang rawat inap berstandar KRIS, hingga pengembangan layanan unggulan.
Selain itu, RSUD juga bisa mengembangkan layanan digital berupa rekam medis elektronik, antrean online, hingga e-resep. “Dana perolehan dari BLUD tidak dikembalikan ke kas daerah, tapi dimanfaatkan langsung untuk pengembangan fasilitas, SDM, dan layanan,” tegasnya.
Baca juga: Surplus Rp3,7 Miliar, RSUD Cepu Siap Modernisasi Layanan dan Digitalisasi Sistem
RSUD Cepu Tunjukkan Kinerja Positif
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Wilys Yuniarti, mencatat, sepanjang tahun 2024 rumah sakit tersebut berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp59,85 miliar, mayoritas dari BPJS Kesehatan. Sementara itu belanja belanja operasional 2024 mencapai Rp56,11 miliar, sehingga tercatat surplus sekitar Rp3,7 miliar.
“Surplus ini kami manfaatkan untuk pengembangan layanan dan peningkatan kenyamanan pasien,” ujarnya.
Penerapan BLUD juga berdampak pada peningkatan jumlah pasien di RSUD Cepu sepanjang 2024, dibandingkan tahun sebelumnya. Pasien rawat jalan tercatat 60.940 orang (naik 49,4 persen), rawat inap 14.900 pasien (naik 39,7 persen), serta rawat inap khusus 13.240 pasien (naik 53,4 persen).
Menghadapi 2025, RSUD Cepu menargetkan peningkatan layanan unggulan berbasis teknologi, percepatan digitalisasi rumah sakit, akreditasi KARS, serta pengembangan fasilitas rawat inap berstandar nasional.
“Kami ingin RSUD Cepu makin modern, ramah pasien, dengan layanan unggulan yang bisa diandalkan masyarakat Blora dan sekitarnya,” pungkas Wilys.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











