• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Dari Desa hingga Pulang, Negara Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan PMI

Redaksi by Redaksi
26 Agustus 2026
in Berita KP2MI
68 1
Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si dalam acara Konsolidasi Nasional “Strategi Membangun Keberlanjutan Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas” di Gresik, Jawa Timur. (Dok. KP2MI)

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si dalam acara Konsolidasi Nasional “Strategi Membangun Keberlanjutan Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas” di Gresik, Jawa Timur. (Dok. KP2MI)

530
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GRESIK, Harianmuria.com – Perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) tidak berhenti ketika seseorang berangkat ke luar negeri. Negara perlu hadir sejak keputusan bermigrasi dibuat di desa, memberikan informasi dan persiapan yang memadai, memastikan pekerja menempuh jalur migrasi aman, hingga mendampingi mereka kembali dan berdaya di daerah asal.

Pesan tersebut mengemuka dalam Konsolidasi Nasional “Strategi Membangun Keberlanjutan Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas” di Gresik, Jawa Timur, 25-27 Agustus 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU dengan dukungan GIZ/Kedutaan Jerman itu menjadi momentum untuk memastikan praktik perlindungan PMI berbasis komunitas tidak berhenti setelah program berakhir. Hasil pendampingan didorong masuk ke dalam kebijakan, kelembagaan, perencanaan, dan penganggaran pemerintah.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Muh. Fachri mengatakan desa harus menjadi pintu pertama perlindungan PMI, bukan sekadar tempat keberangkatan pekerja migran.

“Kita tidak boleh lagi melihat desa hanya sebagai tempat keberangkatan pekerja migran. Desa harus menjadi pintu pertama perlindungan, tempat masyarakat mendapatkan informasi, dipetakan potensinya, dipersiapkan, dan diarahkan pada jalur migrasi yang aman,” ujar Fachri.

Menurutnya, kehadiran negara harus mencakup seluruh siklus migrasi, mulai dari tahap persiapan hingga pekerja kembali ke daerah asal.

“Negara harus hadir sejak dari desa sampai pekerja migran kembali dan berdaya,” tegasnya.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Desa Migran Emas. Secara nasional, telah terbentuk 756 Desa Migran Emas yang tersebar di 139 kabupaten/kota dan 27 provinsi.

Namun, tantangannya bukan hanya menambah jumlah desa. Pemerintah perlu memastikan setiap desa memiliki layanan yang aktif, data yang kuat, kelembagaan yang berjalan, serta program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Konsolidasi nasional di Gresik juga memperkuat hasil Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Berbasis Komunitas yang berlangsung pada September 2025-Juli 2026.

Program tersebut telah mendampingi 52 desa dan menghasilkan 52 Peraturan Desa tentang Perlindungan PMI serta 52 Surat Keputusan Satuan Tugas Desa Migran Emas. Sebanyak 2.003 individu juga terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan.

Pendampingan dilakukan di 10 kabupaten, yakni Lampung Timur, Majalengka, Cilacap, Kebumen, Kendal, Gresik, Lombok Timur, Donggala, Flores Timur, dan Kupang.

Keterlibatan pemerintah daerah dan dinas tenaga kerja di wilayah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan hasil program dapat diteruskan melalui kebijakan dan penganggaran daerah.

“Keberlanjutan tidak boleh bergantung pada hadir atau tidaknya sebuah proyek. Kita ingin memastikan bahwa regulasi desa, Satgas, forum multipihak, data, serta layanan perlindungan menjadi bagian dari sistem pemerintahan dan pembangunan daerah,” kata Fachri.

Dengan begitu, ketika program pendampingan berakhir, sistem perlindungan di tingkat desa diharapkan justru semakin kuat dan dapat terus berjalan.

Perlindungan PMI juga didorong berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Pekerja migran dan purna PMI tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan ekonomi desa.

Remitansi, pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi modal produktif bagi keluarga dan masyarakat di daerah asal.

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan juga didorong menyusun langkah konkret agar praktik baik perlindungan PMI berbasis komunitas dapat direplikasi dan diperluas.

Sebelumnya telah terbentuk 10 Komitmen Bersama Penguatan Pelindungan PMI Berbasis Komunitas serta forum multistakeholder sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi.

Fachri menegaskan, sistem perlindungan harus memastikan tidak ada warga yang berangkat bekerja ke luar negeri tanpa informasi dan persiapan yang memadai. Pekerja migran juga harus mendapatkan perlindungan selama berada di negara tujuan hingga memiliki kesempatan berkembang setelah kembali.

“Komitmen negara jelas: tidak boleh ada warga yang berangkat tanpa informasi dan persiapan yang memadai, tidak boleh ada pekerja migran yang dibiarkan menghadapi risiko sendirian, dan tidak boleh ada purna PMI yang kehilangan kesempatan untuk berkembang,” pungkas Fachri.

Penulis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KP2MIInfo KP2MIKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migran
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Tertibkan Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Perluas Lahan Parkir

Next Post

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026, Ini yang Masih Diperdebatkan

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Perkuat Kemandirian Ekonomi, KP2MI Gandeng FPPI Berdayakan Perempuan Pekerja Migran Indonesia

by Redaksi
16 Oktober 2026
508

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Kolaborasi tersebut...

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

by ulfa puspa
10 Oktober 2026
556

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 964 warga sebagai pencari kerja selama periode Januari-April 2026. Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan,...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
536
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
527
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Melihat Masjid Bersejarah Tempat Pertemuan Walisongo di Kudus 

Melihat Masjid Bersejarah Tempat Pertemuan Walisongo di Kudus 

20 Maret 2024
837
Kelapa bakar. (Instagram @memo_bali/Harianmuria.com)

Benarkah Air Kelapa Bakar Bisa Bersihkan Paru-Paru? Simak Penjelasan Dokter Spesialis

1 Juni 2023
690

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya