KENDAL, Harianmuria.com – Kabupaten Kendal mengirimkan 248 atlet untuk bertanding pada kompetisi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026. Selain menjadi peserta, Kendal juga menjadi tuan rumah untuk cabor balap sepeda dan taekwondo.
Popda Jateng dijadwalkan berlangsung 2 hingga 6 September 2026 dan diikuti atlet dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Tahun ini terdapat 23 cabor yang dipertandingkan, yakni angkat besi, atletik, balap sepeda, bola basket, bola voli pantai, bulu tangkis, dayung, gulat, judo, karate.
Kemudian, cabor menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, sepak takraw, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, tinju, wushu, senam, dan sepak bola.
Adapun kontingen Kendal didampingi 56 pelatih dan sembilan pendamping akan berlaga pada 21 cabang olahraga (cabor). Kontingen Kendal tidak berpatisipasi di cabor senam dan sepak bola.
Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Zen Yukri Iswandaru, mengatakan venue untuk pertandingan balap sepeda dan taekwondo telah dipersiapkan dengan baik.
“Untuk cabor balap sepeda dilaksanakan di Kebun Cengkeh, Selokaton, Banaran, Sukorejo, dan cabor taekwondo digelar di Kendal Sport Center, Kompleks Stadion Utama Kendal,” ujarnya, Selasa, 1 September 2026.
Zen menjelaskan Kendal selaku tuan rumah Popda Jateng hanya menyiapkan venue pertanding. Untuk kebutuhan fasilitas, seperti penginapan menjadi tanggung jawab setiap kontingen.
Untuk masalah perizinan, keamanan, kesehatan, serta kebutuhan pelaksanaan pertandingan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah bersama Pengprov Sepeda dan Taekwondo Jateng serta Pengkab Sepeda maupun Taekwondo Kabupaten Kendal.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka Popda berpesan agar seluruh atlet pelajar menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.
“Saya meminta kepada seluruh atlet pelajar dari seluruh kabupaten atau kota, untuk bertanding secara maksimal namun tetap mengedepankan nilai kejujuran dan sportivitas di setiap cabang olahraga,” tuturnya.
Gubernur Jateng berharap perhelatan Popda tidak hanya menjadi sarana perebutan medali. Ia menyebut Popda menjadi bagian penting dalam proses pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet muda potensial untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa










