• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 20, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Gagap Membaca Isyarat

Sekar Sari by Sekar Sari
18 Desember 2022
in Kajian Agama
66 5
Anis Sholeh Ba’asyin, Budi Maryono dan Muhajir Arrosyid dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Membaca Isyarat’ yang digelar Sabtu (17/12). (Istimewa/Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin, Budi Maryono dan Muhajir Arrosyid dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Membaca Isyarat’ yang digelar Sabtu (17/12). (Istimewa/Harianmuria.com)

546
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Keberadaan Ngaji NgAllah Suluk Maleman bagaikan oase ditengah gempuran persebaran informasi di jagat maya. Tak henti-hentinya majlis ini menyajikan muatan agama yang khas dengan problematika masrakat. Seperti tema ‘Gagap Membaca Isyarat’ yang diusung pada malam itu.

Bagi masyarakat Jawa, ilmu titen yang dipercaya dan diyakini penting untuk membaca tanda-tanda alam. Seperti halnya saat terjadi bencana. Hanya saja, kepekaan dalam membaca isyarat itulah yang sekarang ini justru mulai ditinggalkan.

Anis Sholeh Ba’asyin mengutarakan hal tersebut saat digelarnya Suluk Maleman pada Sabtu (17/12) malam. Dikatakannya, kepekaan itu merupakan anugerah dari Allah.

“Ada banyak tanda misalkan saat akan ada bencana seperti gunung meletus, tsunami maupun yang lainnya. Bagi orang Jawa dikenal sebagai ilmu titen, ilmu yang dibangun berdasar statistik kejadian yang berulang” tambahnya.

Hanya saja kemampuan dalam membaca isyarat tersebut saat ini mulai jarang yang memiliki. Keberadaan ilmu titen dalam membaca tanda alam dianggap kalah dari ilmu lain yang lebih modern.

“Saat ini kian tergerus. Padahal tekhnologi modern pun tak mampu menjamin secara pasti,” terangnya.

Kepekaan mengenali tanda dikatakannya sangat penting. Kedekatan pada Allah diakuinya dapat membuat kepekaan lebih tinggi. Begitu pula peka dalam mengelola tubuh maka akan berbanding lurus dengan pengelolaan terhadap alam.

“Jika kita dikatakan sering mengalami bencana karena berada di daerah rawan, padahal organ tubuh kita juga cukup rawan. Namun hal itu akan menjadi baik jika mampu dikelola dengan baik. Begitu juga potensi kerawanan akan kondisi alam,” tambahnya.

Dalam ajaran Jawa ada ajaran terkait tiga tingkatan isyarat. Yakni dupak bujang, semu mantri, dan esem bupati.

Dupak bujang adalah penyampaian pesan secara lugas. Sementara semu mantri menggunakan simbol-simbol meski masih bisa terbaca.

“Sedangkan esem bupati itu lebih samar lagi. Lebih penuh simbol dan makna, yang untuk memahaminya butuh kejernihan” ujarnya.

Muhajir Arrosyid, dosen Upgris Semarang yang malam itu menjadi salah seorang narasumber, mengatakan bahwa suasana yang jernih akan menumbuhkan kepekaan lebih tinggi, seperti halnya saat orang tengah berpuasa.

“Orang Jawa dulu banyak memahami ilmu titen. Seperti saat gunung meletus, biasanya akan ada burung tertentu yang terbang berputar,” tambahnya.

Budi Maryono, budayawan malam itu menjadi salah satu narasumber, menyebut bahwa kepekaan dalam membaca tanda itu sekarang ini telah banyak dikonversi menjadi pengetahuan. Kemudian pengetahuan dikonversi jadi tekhnologi.

“Sedangkan kita terlalu bergantung pada tekhnologi hingga membuat kepekaan kita melemah. Ada banyak ilmu titen yang bisa membantu baik dalam pertanian, mitigasi bencana, maupun penanda lainnya; tapi sekarang sudah banyak yang melupakannya karena ketergantungan pada tekhnologi,” tambahnya.

Seperti anak pelaut saat ini belum tentu lagi bisa memahami ilmu perbintangan maupun arah angin. Padahal hal itu telah dipelajari nenek moyang.

“Saat ini yang menjadi PR kita adalah menjaga kedekatan dengan Tuhan serta meningkatkan rasa simpati dan empati terhadap sesuatu diluar kita. Empati itu tidak hanya saat terjadi sesuatu saja. Seperti saat bencana menyumbang logistik,” tambahnya.

Namun empati seharusnya dibangun jauh sebelum terjadi sesuatu. Seperti mulai bergerak menanam jika hutan gundul, itu adalah bentuk empati yang lebih hakiki, karena menjaga sesuatu sebelum bencana terjadi.

Topik yang dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke 132 itu kian meriah dengan pertunjukkan musik dari Sampak GusUran. Meski lokasi acara sempat terendam air hujan, namun iotu tak menghalangi orang untuk mengikutinya.(Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinInfo PatiNgaji NgAllah Suluk Malemanpati
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Ditarget Dapat 5000 Dukungan, KPU Jateng Buka Pendaftaran DPD RI

Next Post

Belum Ada Titik Terang, Korban Oknum Wartawan di Pati Mulai Bermunculan

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Komisi B DPRD Pati Dukung Perluasan Pemasaran Telur Lokal ke Pasar Modern

Komisi B DPRD Pati Dukung Perluasan Pemasaran Telur Lokal ke Pasar Modern

by ulfa puspa
20 Agustus 2026
511

PATI, Harianmuria.com – Anggota Komisi B DPRD Pati, Sudi Rustanto, mendukung perluasan pemasaran atau penyerapan telur dan daging ayam produksi peternak lokal. Sudi mengatakan telur dan daging ayam...

Sorot Penanganan Kekeringan di Pati, Ali Badrudin Sebut Butuh Solusi Berkelanjutan

Sorot Penanganan Kekeringan di Pati, Ali Badrudin Sebut Butuh Solusi Berkelanjutan

by ulfa puspa
20 Agustus 2026
517

PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyoroti penanganan masalah krisis air bersih saat kemarau yang kerap kali hanya berupa distribusi air. Ali berpendapat bahwa penyaluran...

Ketua DPRD Pati Hadir di Pesta Rakyat dan Selametan Agung Festival Adhi Loka

Ketua DPRD Pati Hadir di Pesta Rakyat dan Selametan Agung Festival Adhi Loka

by ulfa puspa
19 Agustus 2026
515

PATI, Harianmuria.com – Pesta Rakyat dan Selametan Agung Festival Adhi Loka Kabupaten Pati bagikan 10 ribu porsi kuliner khas daerah setempat pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan pesta...

Plt Bupati Salah Baca Sila Kedua Jadi Sorotan, Dewan Pati Bilang Begini

Plt Bupati Salah Baca Sila Kedua Jadi Sorotan, Dewan Pati Bilang Begini

by ulfa puspa
19 Agustus 2026
517

PATI, Harianmuria.com — Kesalahan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membacakan Pancasila pada upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi sorotan publik. Chandra sempat keliru membaca sila...

Load More

BERITA UTAMA

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

20 Agustus 2026
513
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
528
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
756
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519

TRENDING HARI INI

  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Warga Blimbing Blora Pertanyakan Pengelolaan 30 Persen Hasil Jual Minyak

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sorot Penanganan Kekeringan di Pati, Ali Badrudin Sebut Butuh Solusi Berkelanjutan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Aplikasi TikTok yang dapat digunakan untuk menghasilkan uang. (Freepik/Harianmuria.com)

Inilah Cara Mudah Cari Cuan Banyak dari Aplikasi TikTok

16 November 2022
592
Tingkat Keaktifan BPJS Kesehatan di Blora Menurun, Ini Penyebabnya

Tingkat Keaktifan BPJS Kesehatan di Blora Menurun, Ini Penyebabnya

2 Juni 2025
589

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya