• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ngaji NgAllah Suluk Maleman Kenalkan “Gen-Dupak” 3 Model Komunikasi dalam Tradisi Jawa

Sekar Sari by Sekar Sari
21 September 2023
in Kajian Agama, Khazanah
69 2
Ngaji NgAllah Suluk Maleman “Gen-Dupak” yang digelar pada Sabtu (16/9/2023). (Dok. Harianmuria.com)

Ngaji NgAllah Suluk Maleman “Gen-Dupak” yang digelar pada Sabtu (16/9/2023). (Dok. Harianmuria.com)

544
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Dalam tradisi Jawa, komunikasi dikategorikan dalam tiga model, yakni esem (senyum), semu (isyarat simbolik), dan dupak (terus terang). Kategori ini muncul dari variasi komunikator dan audiensnya. Kategorisasi inilah yang diangkat dan dipakai sebagai pisau analisa dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman “Gen-Dupak” yang digelar pada Sabtu (16/9/2023).

Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman, menyebut dalam filosofi itu berkembang di dunia komunikasi terutama dalam hal menangkap pesan. Esem menjadi model komunikasi tertinggi lantaran masih berupa pesan simbolik non verbal. Esem bisa juga termasuk verbal tapi inti pesannya masih sangat ditentukan oleh kemampuan audiens menyerap, memilah, dan memilihnya. 

“Seperti halnya saat Al-Qur’an menyebut bahwa dalam khamr ada kebaikan dan keburukan. Meski keburukannya lebih besar. Jika audiensnya memiliki kepekaan tinggi tentu langsung menangkap persannya bahwa tidak boleh meminum khamr karena banyak buruknya,” terangnya.

Dalam kategori semu, pesan disampaikan lewat serangkaian simbol verbal. Meski letaknya di bawah model esem, tapi pesan ini pun masih sangat ditentukan oleh kemampuan audiens untuk menafsirkannya. Kalau mengambil contoh dari Al-Qur’an, semu ini sejajar dengan ayat yang melarang salat saat mabuk. Meski masih bersifat terbatas, tetapi pernyataan ini sebenarnya semakin mempertegas pesan pokok yang ingin disampaikannya, yakni untuk menghindari khamr.

“Nah, jika ada yang lebih jelas, tegas, langsung definitif menuju sasaran yang dimaksud atau bloko suto itu pada model komunikasi dupak. Contohnya dalam Al-Qur’an adalah ketika khamr secara umum diharamkan. Jadi, isi pesannya sangat jelas, tak perlu dan tak membuka ruang tafsir untuk memahaminya” ujar pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) itu.

Hanya saja, lanjut Anis, sekarang masalahnya tak sesederhana itu. Dari satu sisi, banjir informasi akibat terbukanya ruang internet, justru membuat posisi pesan menjadi tidak jelas.Terlebih di era media sosial seperti sekarang ini.

“Kalau dilihat di medsos. Antara satu pihak dengan pihak lainnya saling menegasikan satu sama lain. Ini tentu akhirnya membuat bingung. Hal ini tentu kemampuan memaknai pesan dan menjadikan fokus terpecah-pecah. Sehingga akhirnya penentuan untuk menangkap pesan hanya mengandalkan emosi. Cocok yang mana, suka yang mana, bukan lagi mana yang diyakini benar,” tambahnya.

Oleh karena itu, Anis mengingatkan bahwa pada dasarnya manusia harus memahami bahwa dia tidak akan pernah bisa menyimpulkan sesuatu secara sempurna. Terlebih di saat komunikasi dan informasi telah banyak yang terkorupsi. Sehingga harus benar-benar bijak dalam bersikap. 

“Dalam kondisi semacam ini, bahasa sebagai pengantar pesan pun dibuat menjadi tidak memiliki arti apa-apa, simbol-simbol yang dipakainya menjadi tidak pasti semua. Hal itu membuat pesan yang diberikan secara jelas dan tegas dengan model dupak pun sering tidak juga bisa dipahami. Sehingga hampir bisa dikatakan bahwa ini adalah abad kematian bahasa. Salah satu penyebabnya yang tampak jelas di permukaan adalah dominasi politik. Politik hari ini seringkali membuat bahasa kehilangan makna, dan sekadar menjadi sampah,” tambahnya.

Sementara itu, Budayawan Budi Maryono juga menyebut sekarang ini banyak polusi bahasa. Saat ini sesuatu yang serius seringkali dianggap guyonan dan begitu sebaliknya.

“Semua pesan susah, nyaris tak tersampaikan. Manipulasi bisa terjadi di mana pun. Apalagi saat kampanye, hati-hati,” katanya.

Dia juga menyoroti keberadaan media sosial termasuk tiktok yang cukup mengkhawatirkan. Dia melihat banyak orang yang menafsirkan Al-Qur’an. Meski tampak meragukan, tetapi tafsir itu disampaikan dengan begitu meyakinkan. Alhasil banyak yang percaya dan mengikutinya.

“Tak sedikit yang kemudian merasa paling benar. Padahal hal itu akan memunculkan ego dan kesombongan. Sedang orang sombong tidak akan masuk surga. Kalau tidak di surga tidak ayem. Iblis juga hancur karena sombong. Tentu yang tahu secara terang dan tersembunyi hanya Allah,” tambahnya.

Anis Sholeh Baasyin menambahkan, jika jujur pada diri sendiri nantinya dibuka untuk menafsirkan. Hanya saja hal itu tentu untuk kebutuhan personal. Orang yang terbiasa membaca nantinya akan terbimbing dan mendapatkan pemahaman serta hubungan dialektis antara pembaca dan ayat yang dibaca. 

“Setiap orang tentu berbeda-beda. Tapi itu tentu untuk tidak dipublikasikan. Kalau dipublikasikan harus ada runtutan keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam tadabur ada berbagai perangkat. Bahkan ada banyak hal yang mungkin kita gak paham,” tambahnya.

Sebelum menyimpulkan sesuatu, Anis pun mengajak untuk selalu waspada pada diri sendiri. Dia juga selalu mengajak untuk mendekat pada Allah.

“Jangan sampai kita kehilangan momen untuk mengetahui diri kita siapa,” tambahnya.

Topik itupun membuat jalannya ngaji budaya di rumah Adab Indonesia Mulia semakin hangat. Ratusan orang tampak menyaksikan baik secara langsung maupun melalui berbagai kanal media sosial. Musik Sampak GusUran juga kian memeriahkan Suluk Maleman edisi ke 141 tersebut. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinKhazanahNgaji NgAllah Suluk Maleman
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Video Viral Klitih di Pati, Polresta: Hoaks

Next Post

TMMD Sengkuyung Tahap III Dibuka, Pj Bupati Jepara Harapkan Kesatuan TNI-Rakyat

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
565

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

by Basuki
22 Desember 2025
618

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

by Basuki
17 November 2025
565

Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran. Anis Sholeh Ba’asyin ajak warga bersihkan persepsi dan hindari kebencian di media sosial.

Suluk Maleman edisi 166 mengangkat tema "Sejarah Dimulai Dari Rumah" yang menyoroti peran ibu sebagai pusat peradaban dan pentingnya pendidikan dalam keluarga menghadapi tantangan kapitalisme.

Suluk Maleman Edisi 166: Ibu Adalah Punjer Peradaban

by Basuki
20 Oktober 2025
540

Suluk Maleman edisi 166 mengangkat peran ibu sebagai pusat peradaban. Anis Sholeh Ba’asyin dan Abdul Jalil mengkritik kapitalisme dan pentingnya pendidikan perempuan.

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
598
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

24 April 2026
610
Kolam Renang Joglo Dopang Kudus, Favorit Baru Wisatawan dengan Air Pegunungan

Kolam Renang Joglo Dopang Kudus, Favorit Baru Wisatawan dengan Air Pegunungan

5 Juli 2025
813

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya