• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Merdeka dengan Kasih Sayang

Sekar Sari by Sekar Sari
21 Agustus 2023
in Kajian Agama
68 1
Anis Sholeh Ba’asyin dan Ali Fathkan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Proklamasi Kemanusiaan’ yang digelar Sabtu (19/8/2023) kemarin. (Dok.Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dan Ali Fathkan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Proklamasi Kemanusiaan’ yang digelar Sabtu (19/8/2023) kemarin. (Dok.Harianmuria.com)

530
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Bulan Agustus menjadi momen kemerdekaan yang disambut dengan suka cita oleh bangsa Indonesia. Momen itulah yang juga menjadi topik bahasan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke 140 pada Sabtu (19/8/2023) malam.

Dengan mengangkat tema Proklamasi Kemanusiaan, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut, makna kemerdekaan tak hanya terbebas dari penjajahan politik satu negara terhadap negara lain. Penjajahan juga bisa dilihat  pada hilangnya otentisitas atau kebebasan berekspresi bangsa Indonesia.

Kemerdekaan sejatinya dimiliki setiap manusia. Namun manusia baru mungkin merealisasikannya setelah bisa menyingkirkan hawa nafsu dan keangkara murkaan pada dirinya.

“Terkadang merasa merdeka justru juga berbahaya. Karena menganggap dirinya merdeka justru tak mau diberi nasehat dan masukan,” ujarnya.

Kemerdekaan jika tak bersyarat itu justru menjadi kekacauan. Manusia memang diciptakan dengan batas. Kemerdekaan hanya mungkin ada di dalam batas. Jika diluar batas justru akan tersesat.

“Air untuk mengalir terus hingga ke laut juga butuh batasan. Namun kadang merdeka dianggap tanpa batasan,” tambahnya.

Oleh karenanya, kemerdekaan harus dimaknai dengan kasih sayang. Dengan begitu kemerdekaan itu akan selaras dengan kemanusiaan. Ali Fathkan salah seorang narasumber yang juga penggiat maiyah mencontohkan hal itu dengan kisah Nabi Muhammad setelah menaklukkan Mekkah.

“Setelah berhasil menaklukkan Mekkah, nabi justru menyebut jika hari itu adalah hari kasih sayang bukan pembalasan. Walaupun sebelumnya umat muslim mendapatkan perlakuan yang tidak enak. Itu menjadi bentuk kemanusiaan dan kemerdekaan,” jelas Ali.

Anis Sholeh menambahkan, Kanjeng Nabi dilembutkan hatinya untuk berinteraksi dengan berbagai macam orang. Berbagai contoh kebaikan oleh Kanjeng Nabi telah ditunjukkan untuk dapat dianut umat muslim.

“Tentu hal itu bisa terwujud asalkan kita tidak memiliki keterikatan pada duniawi.  Baik harta, anggapan manusia maupun berbagai hal lainnya. Kisah nabi Ibrahim saat diminta menyembelih putranya bisa dimaknai mengajarkan pada kita untuk tidak terikat dengan masa depan. Bahkan kita tak punya kuasa akan putra kita sendiri. Karena itu adalah hak mutlak Allah,” tambahnya.

Tak hanya cerita nabi, berbagai cerita sufi juga mengajarkan pentingnya untuk tidak terikat pada duniawi. Kisah Imam Ghozali misalnya, saat menjabat setara dengan menteri pernah diminta oleh gurunya membersihkan pasar.

“Saat mencari sapu rupanya tidak ada. Oleh sang guru diingatkan jika bisa dibersihkan dengan tangan. Rupanya Imam Ghozali tanpa memiliki keraguan akan pandangan orang lain dia segera berniat untuk mengambil kotoran itu dengan tangannya. Tapi sebelum benar-benar mengambil tangan itu ditarik oleh gurunya,” tambahnya.

Hal itu menjadi bentuk ujian keteguhan pada apa yang sangat dipercaya yakni gurunya. Dia percaya gurunya tidak akan mencelakakannya. Lebih pentingnya yakni sikap untuk tidak khawatir akan anggapan orang pada dirinya.

“25 Nabi juga dibuat sedemikian rupa dengan berbagai cara dakwah, hingga pendekatan yang berbeda untuk mengajarkan berbagai sisi yang berbeda dari kebenaran yang sama. Jadi tak perlu memaksakan apa yang dianggap benar ke orang lain,” tambahnya.

Gelaran Suluk Maleman di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/8/2023) kemarin tampak begitu spesial. Selain Sampak GusUran, acara itu turut dimeriahkan oleh Gagego musik kampung.

Kelompok musik yang memiliki ciri khas lirik dengan pesan-pesan sosial kemasyarakatan itu membawakan sejumlah lagu sebagai pembuka acara. Tak ayal ratusan orang tampak menyaksikan baik secara langsung maupun lewat berbagai platform media sosial seperti Youtube.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinKajian AgamaNgaji NgAllah Suluk Maleman
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Dokter Spesialis Ungkap Anak Dapat Terpapar Polusi Udara Sejak Kandungan hingga Lahir

Next Post

Camat Agsun Jalin Kolaborasi Banyak Pihak Bantu Korban Kebakaran di Dukuhseti

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
703

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

by Basuki
22 Desember 2025
739

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

by Basuki
17 November 2025
695

Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran. Anis Sholeh Ba’asyin ajak warga bersihkan persepsi dan hindari kebencian di media sosial.

Suluk Maleman edisi 166 mengangkat tema "Sejarah Dimulai Dari Rumah" yang menyoroti peran ibu sebagai pusat peradaban dan pentingnya pendidikan dalam keluarga menghadapi tantangan kapitalisme.

Suluk Maleman Edisi 166: Ibu Adalah Punjer Peradaban

by Basuki
20 Oktober 2025
553

Suluk Maleman edisi 166 mengangkat peran ibu sebagai pusat peradaban. Anis Sholeh Ba’asyin dan Abdul Jalil mengkritik kapitalisme dan pentingnya pendidikan perempuan.

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Bonus dan tantiem adalah bentuk insentif finansial di luar gaji pokok, perbedaan utamanya terletak pada target penerima dan sumber dananya.

Perbedaan Tantiem dan Bonus: Penerima, Dasar Perhitungan, hingga Tujuan Pemberian

16 Agustus 2025
803
MENERANGKAN: Gerbang pintu masuk ke makam waliyullah Syeikh Saridin. (Istimewa/Harianmuria.com)

Jadi Sosok yang Dianggap Waliyullah, Inilah Para Tokoh Penyebar Agama Islam di Pati

30 Agustus 2022
1.5k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya