JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Jepara meluncurkan program Kartu Mebel Jepara (KMJ) sebagai upaya memperkuat daya saing industri furnitur daerah. Peluncuran dilakukan di Pendopo R.A. Kartini, Senin, 2 Maret 2026.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 20 industri kecil menengah (IKM) resmi dilepas untuk mengikuti Indonesia International Furniture Expo yang digelar 5–8 Maret 2026 di BSD Tangerang.
Peluncuran KMJ dilakukan Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar (Gus Hajar) mewakili Bupati Jepara. Hadir dalam acara tersebut jajaran perangkat daerah, pimpinan Bank Jateng Cabang Jepara, serta pelaku industri mebel dan ukir.
Kegiatan diawali dengan penyerahan dukungan dua unit videotron dari Bank Jateng kepada Pemkab Jepara untuk mendukung penyebaran informasi publik.
Gus Hajar menyampaikan, industri furnitur dan ukir merupakan identitas historis Jepara sekaligus penggerak ekonomi daerah. Saat ini, terdapat lebih dari 2.000 IKM furnitur dan ukir yang menyerap ribuan tenaga kerja.
Namun, sektor tersebut menghadapi tantangan global, mulai dari persaingan harga hingga tuntutan standar mutu dan penggunaan bahan baku bersertifikat.
“Karena itu, akses pembiayaan, peningkatan kualitas, dan promosi terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak. KMJ hadir sebagai instrumen penguatan ekosistem industri,” katanya.
Ia menjelaskan, KMJ menjadi salah satu dari 28 program unggulan dalam visi Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus). Melalui kartu tersebut, pelaku usaha mebel dari skala mikro hingga besar akan terdata dan terverifikasi secara resmi.
Fasilitas yang ditawarkan meliputi akses prioritas pembiayaan, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga dukungan promosi dan partisipasi pameran.
“Pada tahap awal, 100 IKM difasilitasi sebagai penerima KMJ. Ini langkah awal. Ke depan akan kita perluas secara bertahap agar semakin banyak pelaku usaha merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara, Anjar Jambore Widodo, menambahkan ratusan calon penerima telah melalui proses kurasi ketat. Penilaian mencakup legalitas usaha, kualitas produk, serta standar tempat produksi.
“Dari proses tersebut, 20 IKM terpilih untuk tampil di IFEX 2026. Seluruhnya telah mengantongi KMJ sebagai bentuk legalitas dan dukungan pemerintah daerah,” terangnya.
Sebagai bagian dari seremoni pelepasan, sebanyak 15 truk pengangkut produk diberangkatkan menuju Tangerang. Partisipasi dalam IFEX dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas jejaring dan pasar ekspor.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











