JEPARA, Harianmuria.com – Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M. Ibnu Hajar meninjau progres pembangunan jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Jepara dan Kudus, Senin, 6 Juli 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek infrastruktur berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan tersebut, keduanya didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pejabat dari organisasi perangkat daerah terkait.
Lokasi yang dikunjungi meliputi ruas Bendanpete–Buaran di Kecamatan Nalumsari dan ruas Nalumsari–Papringan yang menjadi jalur penghubung dengan Kabupaten Kudus.
Di ruas Bendanpete–Buaran, Pemerintah Kabupaten Jepara tengah membangun jalan beton sepanjang 1.130 meter yang dilengkapi saluran drainase sepanjang 76,8 meter. Proyek senilai Rp4,1 miliar itu mulai dikerjakan pada 4 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 September 2026.
Sementara itu, pembangunan di ruas Nalumsari–Papringan berupa perkerasan beton sepanjang 267 meter dengan anggaran Rp1,1 miliar. Pekerjaan dimulai pada 4 Juni 2026 dan dijadwalkan rampung pada 22 September 2026.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp197 miliar dari APBD 2026 untuk peningkatan infrastruktur jalan. Selain itu, Pemkab Jepara juga mengajukan tambahan pendanaan sebesar Rp100 miliar melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Dari usulan itu, sekitar Rp55 miliar diarahkan untuk pembangunan di Karimunjawa, sedangkan sisanya untuk wilayah Bangsri dan Kedung,” ujarnya.
Menurutnya, progres pembangunan di ruas Bendanpete–Buaran berjalan sesuai jadwal dan diperkirakan mencapai sekitar 50 persen pada pekan depan. Adapun proyek-proyek lainnya saat ini masih berada pada tahap awal pelaksanaan dengan progres sekitar 25 persen.
Ia optimis seluruh pekerjaan peningkatan jalan dapat diselesaikan sesuai target pada September 2026.
“Tahun ini ada 60 ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan, dengan 52 ruas di antaranya sudah dalam tahap pengerjaan. Semua merupakan pekerjaan peningkatan kualitas jalan,” katanya.
Bupati Jepara yang akrab disapa Wiwit itu menambahkan, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Jepara kini telah mencapai sekitar 76 persen.
Menurutnya, pemerintah daerah akan melanjutkan pembangunan secara bertahap untuk memperbaiki sekitar 24 persen ruas jalan yang masih belum memenuhi kondisi mantap.
“Ruas Bendanpete-Buaran memiliki peran penting karena menjadi akses utama menuju Pondok Pesantren Balekambang, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan konektivitas antarwilayah,” kata Wiwit.
“Adapun ruas Nalumsari-Papringan merupakan jalur alternatif yang banyak dimanfaatkan pekerja pabrik yang beraktivitas antara Jepara dan Kudus. Meski berada di kawasan permukiman dan lahan pertanian, jalan itu menjadi akses vital bagi warga serta distribusi hasil perkebunan,” tambahnya.
Perbaikan jalan tersebut disambut positif masyarakat. Warga Desa Buaran, Rumini, mengaku kerusakan jalan selama bertahun-tahun sempat mengganggu aktivitas warga karena sering dilalui kendaraan bertonase besar.
“Sudah lama jalannya rusak. Dulu pernah ditambal, tapi cepat rusak lagi karena sering dilewati kendaraan berat. Sekarang mulai diperbaiki dan semoga segera selesai supaya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











