SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota Semarang mulai menata kawasan shelter kuliner Simpang Lima sebagai bagian dari revitalisasi. Penataan tidak hanya menyasar pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga mencakup perbaikan drainase, pembangunan taman, hingga pengendalian banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan saat ini pekerjaan difokuskan pada sisi utara Pos Polisi Simpang Lima. Di lokasi tersebut, penataan drainase dilakukan lebih dulu sebelum penggantian lantai dan pembangunan taman.
“Saat ini kami melakukan penataan di sisi utara Pos Polisi. Setelah pekerjaan drainase selesai, lantai akan diganti dan kawasan itu akan ditata menjadi taman,” ujar Suwarto, Senin, 6 Juli 2026.
Menurutnya, taman yang akan dibangun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) mengusung konsep lebih terbuka. Berbeda dengan desain sebelumnya yang dinilai terlalu tinggi dan tertutup, taman baru akan dibuat lebih rendah sehingga memberikan kesan lebih lapang dan nyaman bagi pengunjung.
“Konsepnya dibuat lebih terbuka. Taman sebelumnya terkesan tertutup karena terlalu tinggi, nanti akan ditata kembali agar lebih nyaman dipandang,” katanya.
Selain mempercantik kawasan, Pemkot Semarang juga akan menata kembali aktivitas PKL yang menempati shelter kuliner Simpang Lima. Proses penataan menjadi kewenangan Dinas Perdagangan (Disdag), sementara lokasi bekas taman yang kini dicor akan dimanfaatkan sebagai tempat relokasi sementara bagi para pedagang selama pekerjaan berlangsung.
“Lahan yang saat ini disemen itu akan digunakan sebagai tempat relokasi sementara ketika penataan shelter dilakukan,” jelasnya.
Penataan serupa juga direncanakan di kawasan depan eks Matahari Simpang Lima. Menurut Suwarto, sejumlah shelter di lokasi tersebut sudah tidak lagi dimanfaatkan secara optimal sehingga akan dievaluasi dan ditata ulang oleh Dinas Perdagangan.
Di sisi lain, DPU Kota Semarang saat ini juga mempercepat normalisasi drainase di kawasan Simpang Lima melalui pengangkatan sedimentasi dan pemasangan grill besi pada saluran air untuk mencegah masuknya sampah yang berpotensi memicu penyumbatan.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Semarang juga merencanakan pembangunan pompa pengendali banjir pada 2027 guna mengurangi potensi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Simpang Lima.
“Drainase sedang kami benahi. Tahun 2027 direncanakan dipasang pompa agar kawasan Simpang Lima tidak lagi tergenang saat hujan deras,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia











