KUDUS, Harianmuria.com – Dalam rangkan nguri-nguri atau melestarikan budaya warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus menggelar Pasar Plumpatan dengan membuat nasi aringan. Nantinya nasi tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar.
Nasi aringan sendiri merupakan nasi uduk dengan lauk sambel dan tempongan yang dibungkus dengan daun jati. Biasanya, Pasar Plumpatan digelar setiap selapan sekali pada hari Ahad Legi.
Ketua Panitia Kegiatan Pasar Plumpatan Muhammad Zihrul Abdul Naim mengatakan, kali ini pelaksanaan Pasar Plumpatan dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Konsep Pasar Plumpatan yang kedua ini, kita ngalap berkah bulan maulid sehingga ada kesenian terbang papat tadi. Sekaligus adanya kirab dan pembagian nasi aringan kepada pengunjung dan peserta kirab,” katanya.
Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam pagelaran Pasar Plumpatan kali ini. Diantaranya kirab budaya dengan membawa gunungan nasi aringan yang diarak dari Masjid Mujahidin menuju Iliran Plumpatan.
Tak hanya nasi aringan, dalam gelaran ini juga terdapat beragam kuliner tradisional tempo dulu yang tersaji dalam 40 stand UMKM lokal dan Pasar Plumpatan II.
“Misalnya ento-ento, nasi aking, nasi aringan, bakso combor dan puluhan kuliner lainnya yang jarang ditemui sekarang,” sebutnya.
Pengurus Punden Kemanten Raden Mas Datuk Singoproyo Gondangmanis, Ali Mahmudi mengapresiasi semangat warga Gondangmanis yang guyub rukun merawat tradisi lokal.
“Guyub rukun dadi sedulur, nguri-nguri bekti leluhur, petuah dari beliau yang menjadikan kami semangat bersinergi dengan para sesepuh dan generasi muda. Antara alam, manusia, budaya dan agama harus sinergi,” pesannya.
Di Pasar Plumpatan II juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan, seperti lomba memancing di Iliran Plumpatan, permainan tradisional, flying fox, dan lainnya agar masyarakat ikut melestarikan keigiatan budaya dan religi.
Salah satu warga Gondangmanis RT 06 RW 02 Didik Ari Susanto mengaku antusias dengan kegiatan di Pasar Plumpatan kali ini. Dirinya pun tidak ikut ketinggalan mengambil nasi berkah kirab nasi aringan.
“Sarana ngalap berkah leluhur desa, cukup senang karena masyarakat bisa guyub rukun menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya. (Lingkar Network | Hasyim Asnawi – Harianmuria.com)











