GROBOGAN, Harianmuria.com – Pelaksanaan penerimaan peserta didik melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Grobogan sempat terkendala.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan, M Irfan, mengatakan kendala yang sempat muncul pada hari kedua terjadi pada sistem pemeringkatan calon murid. Namun, permasalahan tersebut dapat segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu proses pendaftaran.
“Siang ini tidak ada kendala. Kalau tadi pagi pada sistem pemeringkatan, yang usianya tua kan harusnya di atas, nah ini sudah dibetulkan dan sekarang lancar,” ujar Irfan saat meninjau pelaksanaan SPMB di SDN 4 Purwodadi.
Irfan juga mengungkapkan sejumlah kendala teknis juga terjadi pada hari pertama SPMB, khususnya pada sistem penentuan lokasi domisili. Beberapa wilayah yang seharusnya masuk dalam ring Purwodadi tidak muncul dalam sistem.
“Kemarin kendalanya di lokasi, misalnya di sekitar Pasar Induk Purwodadi, masih dalam ring Purwodadi tetapi tidak muncul. Tetapi sekarang sudah lancar,” jelasnya.
Meskipun ada kendala, Irfan menilai sistem pendaftaran online justru memberikan kemudahan bagi orang tua karena proses pendaftaran dapat dilakukan dari rumah.
“Sistem online ini lebih mudah dan lebih efisien. Ini pertama kali dilaksanakan Dinas Pendidikan dan ada enam SD yang melaksanakannya, yakni SDN 2, SDN 3, SDN 4, SDN 9, SDN 12, dan SDN 16 Purwodadi,” terangnya.
Ia berharap SPMB online dapat berjalan lancar hingga tahap pengumuman. Menurutnya, sistem daring juga meringankan tugas panitia sekolah.
“Orang tua bisa mendaftar dari mana saja, pagi, siang, maupun sore tanpa harus datang ke sekolah. Bagi panitia juga lebih ringan karena semuanya sudah terintegrasi dalam sistem,” ujarnya.
Adapun seleksi SPMB SD dilakukan melalui tiga jalur, yakni domisili, afirmasi, dan mutasi. Kuota terbesar dialokasikan untuk jalur domisili sebesar 85 persen.
“Kalau nanti kuota afirmasi dan mutasi tidak terpenuhi, bisa masuk ke domisili karena kuota terbesar memang di jalur domisili. Untuk SD tidak ada jalur prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN 4 Purwodadi, Fera Andriana, mengatakan sekolahnya membuka dua rombongan belajar untuk Tahun Ajaran 2026/2027 dengan total kuota 56 siswa.
“Kita buka dua kelas, masing-masing 28 siswa. Jadi total kami menerima 56 murid baru sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Fera mengakui pada hari pertama banyak orang tua yang masih kebingungan menggunakan sistem online, terutama terkait verifikasi data asal sekolah TK yang belum terdaftar dalam sistem.
“Banyak TK yang berada di bawah naungan Kementerian Agama sehingga kemarin sempat terkendala verifikasi. Alhamdulillah sekarang sudah lancar,” ujarnya.
Meski kondisi sudah lebih baik, sejumlah orang tua masih mendatangi sekolah untuk meminta pendampingan. Untuk itu, pihak sekolah menyediakan layanan konsultasi bagi calon wali murid yang mengalami kesulitan.
“Kami membuka ruang konsultasi untuk membantu orang tua yang masih awam dengan sistem online ini,” jelasnya.
Menurut Fera, penerapan sistem online membawa dampak positif karena seluruh proses penerimaan siswa baru berjalan lebih transparan dan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
“Dengan sistem online ini tidak ada titip-titipan. Bahkan meskipun ada kakaknya yang sekolah di SDN 4, tetap harus mengikuti sistem yang berlaku. Justru sekarang lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











