KUDUS, Harianmuria.com – Tren baju lebaran Idulfitri selalu berganti setiap tahun. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tren baju lebaran di kalangan perempuan tahun ini yang sedang naik daun yakni gamis “bini orang”.
Ciri khas gamis ini yaitu terdapat potongan renda dan kain brukat di bagian kaki dengan bentuk melengkung setengah oval. Gamis ini biasanya identik dengan warna ivory, soft pink dan kuning.
Modelnya gamis “bini orang” yang anggun dengan sentuhan warna lembut membuat busana ini cepat mencuri hati anak muda hingga ibu-ibu. Potongannya longgar namun tetap membentuk siluet anggun sehingga memberikan kesan elegan.
Disebut “bini orang” semula karena dinamai Gamis Inara. Nama itu kemudian disangkut pautkan dengan Inara Rusli yang tengah viral menjalin hubungan dengan suami orang.
Sehingga nama gamis berubah menjadi “bini orang”. Istilah ini kemudian membuat gamis ini semakin dikenal dan menjadi incaran untuk dikenakan pada momen lebaran.
Pemilik HF Store, Ani Fitri Widayanti, mengatakan tren ini sudah terasa sejak dua bulan sebelum Ramadan. Kemudian, permintaan gamis “bini orang” meningkat tajam selama ramadan.
“Kami awalnya punya ratusan potong stok awal, kini hanya tersisa dua hingga tiga potong saja,” kata pemilik toka pakaian perempuan di Desa Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dari segi bahan, gamis ini menggunakan model layer dobel dengan bagian dalam berupa brukat. Sementara lapisan luar menggunakan bahan tencel atau tisu yang ringan dan jatuh.
“Harga gamis “bini orang” ini mulai dari kisaran harga Rp260 ribu,” ujarnya.
Selain gamis “bini orang”, lanjut Ani, model busana lain yang juga ikut menyita perhatian masyarakat yakni seperti rok korea, abaya hitam hingga gamis ceruti dan tunik oversized. Selanjutnya, tren hijab pun ikut bergeser dengan pashmina viscose dan paris jadul yang kembali digemari.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











