• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Proyek Drainase Purwodadi Korbankan 648 Pohoh, PUPR Grobogan Beri Penjelasan

Rosyid by Rosyid
4 Oktober 2026
in Grobogan, News
70 1
Tampak pohon di kawasan perkotaan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, ditebang karena ada proyek penataan drainase. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

Tampak pohon di kawasan perkotaan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, ditebang karena ada proyek penataan drainase. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

545
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GROBOGAN, Harianmuria.com – Penebangan sekitar 648 pohon untuk proyek penataan drainase di kawasan perkotaan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, menuai sorotan dari masyarakat.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan, Erry Subagyo, menyebut penebangan ratusan pohon tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari penyesuaian pembangunan drainase yang kondisinya dinilai sudah tidak memadai.

“Yang ramai kan saat ini pemotongan pohon itu ya. Jadi saya jelaskan, drainase saat ini setelah dilakukan perencanaan oleh konsultan, telah disurvei dan diinvestigasi kondisinya. Saat ini sudah tidak memadai dari kondisi dimensi ukuran, baik lebar maupun dalamnya kurang,” ujar Erry baru-baru ini.

Menurutnya, akar pohon yang tumbuh di sepanjang jalur tersebut juga telah merusak bagian luar trotoar.

“Akar menyerang bagian luar trotoar sehingga paving pecah, miring, sehingga tidak layak untuk pengguna jalan dan berbahaya,” jelasnya.

Selain merusak trotoar, akar pohon juga disebut telah masuk ke saluran drainase lama. Kondisi tersebut membuat sebagian saluran tertutup akar sehingga turut mengganggu fungsi drainase.

Erry menjelaskan, pembangunan drainase baru membutuhkan dimensi yang lebih lebar dan dalam. Kondisi pohon yang berada tepat di sekitar saluran membuat pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan tanpa penebangan.

“Kalau pohon dipotong itu akan menyebabkan tumbang dan membahayakan. Solusinya, drainase dilebarkan dan diganti dengan beton yang tidak dapat ditembus air,” katanya.

Ia menegaskan, pohon yang ditebang nantinya tidak sekadar diganti dengan bibit. Pemerintah berencana menggantinya dengan pohon yang sudah berukuran besar sehingga kawasan tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali rindang.

“Jadi dari pohon yang sudah ada diganti dengan pohon baru, bukan bibit. Pohon jadi, nanti diameternya 15, 20, bahkan sampai 25,” ungkapnya.

Ada dua jenis pohon yang disiapkan untuk menggantikan pohon yang ditebang, yakni pule dan tabebuya. Erry menyebut pohon pule seperti yang berada di kawasan Simpang Lima Purwodadi, sementara tabebuya akan ditanam seperti yang berada di sekitar SMP Negeri 6.

“Kalau tabebuya seperti di SMP 6, saat kembang mekar suasananya adem. Kalau pule, menurut pengalaman kalau sudah satu tahun sudah rimbun,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, PUPR menargetkan kawasan yang terdampak penebangan dapat kembali hijau dalam waktu sekitar satu tahun.

“Untuk masyarakat kita janjikan dalam satu tahun sudah kembali rimbun,” tegasnya.

Erry menambahkan, total pohon yang ditebang dalam proyek tersebut mencapai 648 pohon. Namun, jumlah pohon yang nantinya ditanam kembali dipastikan lebih banyak dibandingkan jumlah pohon yang ditebang.

“Adapun pohon yang ditebang sebanyak 648, namun nantinya pohon yang ditanam akan lebih banyak dari itu,” katanya.

Ia berharap masyarakat memahami alasan teknis di balik penebangan tersebut. Menurutnya, pembangunan drainase dengan ukuran yang lebih besar akan sulit dilakukan apabila pohon-pohon lama tetap berada di lokasi karena berpotensi membahayakan ketika akar dan bagian tanah di sekitarnya terdampak pekerjaan.

“Jadi seperti itu harapannya masyarakat agar paham kenapa pohon ditebang. Alasannya itu, sulit untuk membangun drainase kalau pohonnya masih seperti itu karena drainasenya harus lebar, dalam. Otomatis pohon dipotong separo pasti ambruk dan berbahaya,” pungkas Erry.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita GroboganDrainasePurwodadi
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Kementerian PU Dijadwalkan ke Blora, Bupati Arief Kejar Kepastian 2 Proyek Bendungan

Next Post

Usai Dugaan Penipuan, Kades di Kragan Rembang Kembali Dilaporkan terkait TPPO

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

by utia
15 Oktober 2026
543

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai mengeruk 33 sungai dan membenahi saluran drainase di sejumlah titik. Langkah ini sebagai antisipasi banjir menjelang...

Kukuhkan Pengurus FTBM, Bupati Grobogan Dorong Gerakan Literasi hingga Pelosok Desa

Kukuhkan Pengurus FTBM, Bupati Grobogan Dorong Gerakan Literasi hingga Pelosok Desa

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
526

GROBOGAN, Harianmuria.com – Bupati Grobogan Setyo Hadi mengukuhkan pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Literasi Kabupaten Grobogan dalam rangkaian pembukaan Festival Literasi di JIG Laksana Mall pada Selasa,...

Serikat Buruh Usul UMK Grobogan 2025 Dinaikkan 13 Persen, Jadi Segini

Naskah UU Ketenagakerjaan Belum Dipublikasikan, Buruh Grobogan Pertimbangkan Judicial Review

by Sekar Sari
12 Oktober 2026
526

GROBOGAN, Harianmuria.com - Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan oleh DPR RI mendapat respons positif dari buruh Kabupaten Grobogan. Namun, para buruh masih dibayangi ketidakpastian lantaran naskah undang-undang maupun naskah...

Hewan Ternak Turut Dibawa saat Shalat Istisqa di Grobogan, Ini Maknanya

Hewan Ternak Turut Dibawa saat Shalat Istisqa di Grobogan, Ini Maknanya

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
517

GROBOGAN, Harianmuria.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Grobogan, selama lebih dari lima bulan membuat warga Desa Tanggungharjo kesulitan mendapatkan air bersih, Sabtu, 10 Oktober 2026.  Berharap hujan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
517
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Tingkat Keaktifan BPJS Kesehatan di Blora Menurun, Ini Penyebabnya

Tingkat Keaktifan BPJS Kesehatan di Blora Menurun, Ini Penyebabnya

2 Juni 2025
726
Resto MVR Kudus: Destinasi Wisata Keluarga Terlengkap dengan Hotel, Waterboom, dan Outbond

Resto MVR Kudus: Destinasi Wisata Keluarga Terlengkap dengan Hotel, Waterboom, dan Outbond

28 Juni 2025
734

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya