GROBOGAN, Harianmuria.com — Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu turut Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat, 1 Mei 2026.
Sebuah mobil yang mengangkut rombongan pengantar calon jemaah haji tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya. Empat orang dilaporkan meninggal, termasuk seorang balita berusia tiga tahun.
Dari informasi yang dihimpun, rombongan tersebut merupakan keluarga pengantar calon jemaah haji bernama Sadi dan Wartini, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon. Mereka berangkat bersama dua mobil. Mobil pertama berhasil melintas dengan selamat, sementara mobil kedua mengalami kecelakaan.
Kepala Dusun Sidorejo, Heri Siswanto, menjelaskan rombongan berangkat untuk mengantar keberangkatan ibadah haji. Namun, takdir berkata lain saat kendaraan kedua melintas di perlintasan.
“Mobil pertama sudah lewat, tapi mobil kedua tertabrak kereta dari arah barat. Di dalamnya ada sembilan penumpang, empat meninggal dunia, termasuk cucu dari Pak Sadi yang masih balita,” ujarnya.
Selain korban meninggal, dua penumpang lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di RSUD Kabupaten Grobogan.
Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan, IPTU Eko Ari, menyebut kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Selain itu faktor cuaca juga membatasi jarak pandang pengemudi.
“Jarak pandang saat itu hanya sekitar 10 meter. Diduga pengemudi tidak melihat adanya kereta yang melintas dari arah barat, sehingga terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, perlintasan tersebut merupakan perlintasan tanpa palang pintu resmi. Kondisi ini turut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat visibilitas rendah.
“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di jalan Tuko–Sidorejo, tepatnya di Dusun Sugihan. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang mengangkut sembilan orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur,” terangnya pada Jumat, 1 Mei 2026.
Pihaknya menyebut dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu
Empat korban meninggal dunia masing-masing Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), dan Shazia Belvania Mutia (2).
“Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pulokulon I sebelum dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka-luka. Dua orang dirawat di RSUD Purwodadi dengan kondisi cukup serius, sedangkan korban lainnya menjalani rawat jalan,” ujarnya.
Sedangkan pengemudi mobil, Kardi (50), selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Keempat korban meninggal telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Jurnalis: Ahmad Abror











