GROBOGAN, Harianmuria.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan menyebut terjadi keterlambatan perbaikan ruang kelas dan ruang guru SD Negeri Tanggirejo.
Kondisi kerusakan ruang kelas di SDN Tanggirejo sempat viral hingga media sosial. Gambar yang bereda memperlihatkan siswa makan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman sekolah sementara ruang kelas rusak.
Kepala Disdik Grobogan, Purnyomo, mengatakan usulan rehabilitasi sekolah sebenarnya telah diajukan sejak awal tahun 2026. Namun, sebelum terealisasi, kondisi bangunan memburuk dan akhirnya roboh pada April lalu.
Menurutnya, keterlambatan penanganan terjadi karena laporan perkembangan kondisi bangunan setelah ambruk tidak segera diteruskan pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan.
“Mungkin karena keterbatasan pemahaman dari pihak kepala sekolah, laporan pada bulan Januari itu dianggap sudah selesai. Padahal laporan kejadian bulan April saat ruangan ambruk itulah yang sangat krusial, dan saat itu dinas belum mengetahui secara detail perkembangan tersebut,” ujar Purnyomo saat meninjau SDN Tanggirejo, Senin, 27 Juli 2026.
Rusak Parah, Atap Kelas SDN Tanggirejo Grobogan Mulai Dibongkar Usai Ditinjau Tim Pusat
Kerusakan bangunan SDN Tanggirejo baru diketahui secara menyeluruh pada Juni 2026 bertepatan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Purnyomo mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Sekretaris Daerah Grobogan untuk menyiapkan berbagai alternatif pendanaan, mulai dari APBD Perubahan, Dana Tak Terduga (DTT), hingga pergeseran anggaran internal dinas.
Disdik juga menjalin komunikasi intensif dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah agar data kerusakan sekolah dapat diteruskan langsung kepada Direktorat Jenderal di Kementerian Pendidikan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama utusan dari Lemhannas telah turun langsung ke lokasi meninjau kondisi bangunan.
“Hari Jumat lalu perwakilan dari Kementerian dan utusan dari Lemhannas sudah datang langsung meninjau ke lapangan. Ini membuktikan ada atensi luar biasa, baik dari kementerian maupun Bapak Presiden,” ucapnya.
Saat ini, tim teknis pemerintah pusat masih menyelesaikan hasil perhitungan dan kajian lapangan sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi.
Purnyomo mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat dan berharap proses revitalisasi dapat segera dimulai sehingga kegiatan belajar mengajar di SDN Tanggirejo kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Atap Sekolah Ambrol, Siswa SDN Tanggirejo Grobogan Terpaksa Makan MBG di Halaman
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Tanggirejo Juwariyahmengatakan pengerjaan revitalisasi mulai dilakukan pada Sabtu, 25 Juli 2026, setelah ditinjau dari pihak Istana Kepresidenan.
Juwariyah memaparkan bahwa revitalisasi tersebut akan dilakukan menyeluruh terhadap bagian-bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.
“Insya Allah semua ter-cover,” ujarnya.
Adapun kerusakan sekolah pertama kali terjadi pada ruang kelas VI pada Januari 2026, kemudian disusul ruang kantor guru pada April. Kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan rayap.
Meski proses perbaikan telah dimulai, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Juwariyah menuturkan pihak sekolah telah mengatur pembelajaran secara bergantian untuk sebagian siswa, sementara ruang kelas yang masih dapat digunakan disekat dan musala dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











