GROBOGAN, Harianmuria.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, tetap berlangsung meski kondisi sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat. Para siswa terpaksa menyantap makanan bergizi di halaman sekolah karena beberapa ruang tidak lagi aman digunakan.
Kerusakan bangunan sekolah terjadi secara bertahap sejak Januari 2026. Dari empat ruang yang terdampak, dua ruang mengalami roboh total, sementara dua ruang lainnya dinyatakan berisiko sehingga tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme siswa dalam mengikuti program MBG. Mereka tetap menikmati makanan yang diberikan meski harus berada di area terbuka dengan kondisi lingkungan yang kurang nyaman akibat debu dan angin.
Salah seorang siswa, Afifah, mengatakan kegiatan makan bersama tetap dilakukan di luar ruangan karena kondisi kelas sudah tidak memungkinkan digunakan.
“Iya ini makan di luar, karena atap roboh,” ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah, menjelaskan kerusakan bangunan sekolah terjadi secara beruntun. Ruang kelas VI mengalami ambrol atap sebanyak dua kali pada Januari, kemudian kerusakan kembali terjadi di ruang kelas V pada April hingga berdampak pada ruang guru.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, pihaknya tetap berupaya memastikan proses pembelajaran dan pelaksanaan MBG berjalan.
“Walaupun kondisinya demikian, siswa tetap antusias untuk menerima MBG,” katanya.
Untuk menjaga kegiatan belajar tetap berlangsung, sekolah menerapkan sistem pembelajaran secara bergantian. Siswa kelas I masuk pukul 07.00 hingga 09.15 WIB, kemudian dilanjutkan kelas II pada pukul 09.30 WIB. Sementara itu, kelas III dan IV menggunakan satu ruang yang dibagi dengan sekat tripleks.
Adapun kelas V sementara menempati mushola sekolah, sedangkan siswa kelas VI digabung dalam satu ruang untuk mendukung persiapan menghadapi ujian.
Juwariyah mengatakan pihak sekolah telah mengajukan sejumlah kebutuhan perbaikan kepada pemerintah, meliputi revitalisasi empat ruang kelas, rehabilitasi perpustakaan dan toilet, serta pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Ia mengungkapkan SD Negeri Tanggirejo telah masuk dalam daftar sembilan sekolah prioritas di Kecamatan Tegowanu yang akan mendapatkan penanganan.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan berencana memanfaatkan dana cadangan untuk perbaikan darurat sambil menunggu realisasi bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Ia pun berharap proses perbaikan segera dilakukan agar seluruh siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran dalam kondisi yang aman dan nyaman tanpa dihantui risiko dari bangunan yang rusak.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











