REMBANG, Harianmuria.com – Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang menjadi lokasi penanaman padi menggunakan sistem pertanian modern menggunakan teknologi atau PM-AAS (pertanian modern-advanced agricultural system).
Penanaman padi secara serempak telah dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 dan turut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian. Pada kesempatan Pemkab Rembang juga dapat bantuan 285 unit pompa air dari Kementan.
Bupati Rembang, Harno, menegaskan sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat sehingga harus mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak.
“Sebagian besar masyarakat kita menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Karena itu, keberhasilan percepatan tanam bukan hanya tentang meningkatkan luas tanam dan produksi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pasokan pangan,” ujar Harno.
Harno juga menyebut penguatan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2025–2029. Oleh karena itu pemerintah akan terus memperkuat kelembagaan petani, revitalisasi sarana produksi dan alat mesin pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga pengembangan agribisnis terpadu melalui kemitraan dan pembinaan petani muda.
Selain itu, Pemkab Rembang terus mendorong peningkatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), penguatan cadangan pangan daerah, pemberdayaan kelompok wanita tani dan BUMDes, serta peningkatan kualitas pangan masyarakat.
Harno meyakini program Tanam Serempak metode PM-AAS yang didukung bantuan pompa air mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Saya mengajak seluruh petani, penyuluh, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi. Tantangan perubahan iklim dan ketersediaan air harus kita hadapi bersama dengan semangat gotong royong, inovasi, serta penerapan teknologi pertanian yang semakin modern,” tegasnya.
Menurutnya, Pemkab Rembang berkomitmen terus menghadirkan infrastruktur pertanian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat agar Rembang semakin berperan sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
“Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat petani dalam mengoptimalkan musim tanam, meningkatkan indeks pertanaman, serta menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Anung Anindhita Nugraha, menjelaskan bahwa bantuan pompa air diberikan sebagai upaya mendukung percepatan tanam sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.
“Ini merupakan kegiatan tanam serempak dengan metode baru PM-AAS yang sekaligus dirangkai dengan penyerahan bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian RI kepada Pemerintah Kabupaten Rembang sebanyak 285 unit, menyesuaikan momentum Hari Jadi Kabupaten Rembang,” kata Anung, Rabu, 29 Juli 2026.
Anung menjelaskan, bantuan pompa air akan diprioritaskan bagi wilayah yang membutuhkan sumber air untuk mendukung musim tanam.
“Pompa ini diperuntukkan bagi kelompok tani yang membutuhkan, baik untuk mengambil sumber air maupun memanfaatkan aliran sungai saat menghadapi kekeringan. Kelompok tani yang membutuhkan dapat mengajukan melalui bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP),” ujarnya.
Pada tahap awal bantuan telah disalurkan kepada kelompok tani di wilayah Sale, sementara kelompok tani lainnya akan menerima sesuai mekanisme pengajuan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











