GROBOGAN, Harianmuria.com – Replika burung hantu terbuat dari jerami menuai perhatian pengunjung ajang PADI Jawa Tengah 2026. Karya tersebut dihadirkan tim Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan di Agro Expo Soropadan, Kabupaten Temanggung.
Sejak hari pertama pembukaan PADI Jawa Tengah 2026, banyak pengunjung yang penasaran dan melihat langsung replika burung hantu tersebut. Selain menjadi ikon visual, keberadaan replika tersebut juga membawa pesan edukatif bagi masyarakat.
Sekretaris Dinas Peternakan Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady, menjelaskan bahwa replika burung hantu bukan sekadar hiasan, melainkan representasi dari metode pengendalian hama yang diterapkan petani di Grobogan.
“Inovasi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan saat ini lebih kepada aktivasi rumah burung hantu. Ini cara efektif untuk menekan tikus yang selama ini menjadi momok hama di Kabupaten Grobogan,” jelas Kukuh dalam keterangannya pada Kamis, 23 April 2026.
Menurutnya, penggunaan burung hantu sebagai predator alami terbukti mampu membantu petani mengurangi serangan hama tikus secara ramah lingkungan.
Selain menampilkan inovasi tersebut, Dinas Pertanian Grobogan juga membawa berbagai hasil pertanian unggulan. Komoditas yang dipamerkan meliputi padi, jagung, dan kedelai (Pajale), termasuk varietas lokal khas Grobogan seperti kedelai Grobogan dan kacang hijau Sri Rejeki.
Tidak hanya itu, sektor perkebunan dan hortikultura juga turut meramaikan stan. Berbagai produk seperti kelapa, buah kelengkeng, melon organik, belimbing, hingga sayuran seperti cabai, bawang merah, dan terong dipamerkan kepada pengunjung.
Dinas Pertanian juga memperkenalkan konsep pertanian modern melalui teknologi smart farming, salah satunya smart greenhouse yang menghasilkan komoditas seperti melon dan cabai.
“Kita juga tampilkan smart farming seperti smart green house dengan hasil melon dan cabai,” tambahnya.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sejak hari pertama. Sejumlah produk unggulan bahkan langsung habis diborong masyarakat.
“Alhamdulillah, melon dan kelengkeng habis. Produk unggulan lainnya juga habis. Habis ini kita datangkan lagi dari Grobogan,” ujarnya.
Kukuh menegaskan, partisipasi dalam PADI Jawa Tengah 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian Grobogan ke daerah lain.
Ia berharap, inovasi seperti pemanfaatan burung hantu dan penerapan smart farming dapat menjadi inspirasi bagi petani di berbagai wilayah.
“Semoga inovasi dan produk unggulan ini bisa menjadi penyemangat dan referensi untuk pengunjung pameran PADI Jateng 2026,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











