BLORA, Harianmuria.com – Ruas jalan Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora yang sempat viral akibat kerusakannya dan memicu aksi protes warga kini mulai diperbaiki. Jalur alternatif ini menjadi lintasan kendaraan berat ekspedisi antarkota maupun antarprovinsi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek perbaikan dikerjakan oleh CV Bumi Muda Konstruksi dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp4,959 miliar. Pekerjaan meliputi perkerasan jalan sepanjang 500 meter dengan target penyelesaian selama 180 hari.
Perbaikan ruas jalan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terhadap kondisi jalan yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat.
Salah seorang warga, Tono mengaku bersyukur karena perbaikan akhirnya mulai dikerjakan. Namun, ia menilai panjang jalan yang diperbaiki masih belum sesuai harapan warga.
“Ya kita berterima kasih kepada Pak Gubernur, meski volumenya belum sesuai dengan keinginan warga di sini,” ujarnya.
Tono berharap pemerintah memenuhi janji untuk melanjutkan pengecoran hingga ke arah Cepu sehingga seluruh ruas yang rusak dapat tertangani.
Menurutnya, apabila janji tersebut tidak direalisasikan, bukan tidak mungkin aksi protes warga kembali dilakukan.
“Kita tunggu saja tahun ini, apakah benar-benar tuntas sesuai dengan janji yang kemarin diucapkan,” katanya.
Harapan serupa disampaikan seorang pengemudi ekspedisi jurusan Jakarta–Surabaya yang rutin melintasi ruas tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan sangat dinantikan karena akan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
“Pengennya jalur ini cepat selesai agar ketika kami lewat bisa lebih nyaman membawa barang-barang ekspedisi menuju kota tujuan,” tuturnya.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Sekar










