BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mencatat 4.650 ruang kelas sekolah mengalami kerusakan dari ringan, sedang, dan berat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasana, Sandy Tresna Hadi, mengungkapkan bahwa jumlah ruang kelas rusak tersebut merupakan akumulasi dari sekolah tingkat SMP, SD, TK dan kelompok belajar.
“Data yang ada memang menunjukkan bahwa kerusakan ringan sedang hingga berat jika diakumulasikan jumlahnya mencapai ribuan,” ujarnya pada Kamis, 25 Juni 2026.
Sandy merinci, total ruang kelas rusak di tingkat SMP mencapai 381 terdiri 307 rusak sedang dan 146 rusak berat. Kemudian di SD terdapat 1.067 ruang kelas rusak ringan, rusak sedang 1.031, dan rusak berat 589.
Untuk tingkat TK terdapat 371 kelas rusak ringan, 177 rusak sedang, dan 75 rusak berat. Sedangkan di kelompok belajar terdata 148 ruan kelas rusak ringan, 52 rusak sedang, dan 17 rusak berat.
“Kami saat ini tengah mangajukan revitalisasi baik dari pusat, provinsi maupun daerah sebanyak 130 SD, 25 SMP dan 45 PAUD,” terangnya.
8 Ruang Kelas di SMAN 1 Cepu Blora Bocor, Aktivitas Belajar Terganggu Saat Hujan
Pada tahun 2026, Sandi mengungkap ada delapan sekolah yang menerima bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah melalui aspirasi DPRD Jateng senilai Rp1,5 miliar untuk SD dan SMP.
“Delapan sekolah yang menerima bantuan keuangan Provinsi Jateng tersebut, terdiri dari enam sekolah dasar dan dua sekolah menengah pertama,” terangnya.
Dua SMP yang menerima bantuan, yakni SMP Negeri 1 Tunjungan dan SMP Negeri 2 Banjarejo, masing-masing memperoleh anggaran Rp200 juta.
Dari anggaran sebesar itu akan dipakai untuk pembangunan ruang komputer serta penambahan atau perbaikan ruang kelas.
Sementara SD di Blora yang menerima bantuan dari DPRD Jateng meliputi SD Negeri 2 Sukorejo, SD Negeri 2 Tambahrejo, SD Negeri Bradak, SD Negeri Karangtengah, SD Negeri 2 Nglebur, dan SD Negeri 2 Sarimulyo.
Alokasi bantuan untuk SD Negeri 2 Nglebur sebesar Rp100 juta, sedangkan lima SD lainnya masing-masing Rp200 juta.
“SD Negeri 2 Tambahrejo dan SD Negeri 2 Sukorejo rencananya untuk membangun ruang perpustakaan. Sedangkan sekolah lainnya digunakan untuk rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas sesuai kebutuhan masing-masing,” pungkasnya.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Ulfa











