BLORA, Harianmuria.com – Delapan ruang kelas di SMA Negeri 1 Cepu, Kabupaten Blora bolong dan bocor. Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Pantauan di lokasi, beberapa ruang kelas terlihat jelas jamur-jamur tumbuh di plafon kelas. Plafon juga tampak bolong akibat rembesan air hujan. Meskipun tampak utuh, kondisi tersebut dikhawatirkan jebol sewaktu-waktu.
Salah satu siswa kelas X-3, Athallah Haidar Mahib Agra Mahendra, mengatakan air hujan masuk ke dalam kelas melalui bagian plafon yang bocor. Sejumlah siswa terpaksa berpindah tempat duduk agar tidak terkena tetesan air.
“Kalau hujan, air masuk dari plafon yang bocor. Teman-teman yang duduk di sisi utara kelas harus bergeser supaya tidak terkena tetesan air,” kata Haidar, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Haidar, kondisi tersebut cukup mengganggu proses pembelajaran karena siswa harus memindahkan meja dan kursi ketika hujan turun.
“Kadang saat pelajaran berlangsung kami harus berpindah tempat duduk. Tentu hal itu mengganggu konsentrasi belajar,” ujarnya.
Selain plafon bocor, sejumlah bagian bangunan sekolah juga mulai mengalami kerusakan akibat rayap. Di antaranya, kayu kusen jendela, rangka atap, genting di beberapa ruang kelas juga dinilai sudah rapuh.
Keluhan serupa disampaikan siswa kelas X-6, M. Zovan Revano. Ia mengatakan kebocoran tidak hanya terjadi di satu ruang kelas, melainkan juga di beberapa ruang lainnya.
“Kalau hujan deras, beberapa kelas bocor. Air menetes ke dalam kelas dan membuat lantai menjadi basah sehingga siswa harus berpindah tempat duduk,” katanya.
Ia berharap perbaikan segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan siswa dapat mengikuti pelajaran dengan lebih fokus.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Cepu, Jerry Puspitasari, membenarkan adanya sejumlah ruang kelas yang mengalami kebocoran, hingga kayu yang dimakan rayap.
Berdasarkan pendataan pihak sekolah, terdapat delapan ruang kelas yang terdampak, bahkan sangat tampak jelas dari jamur-jamur plafon.
“Memang ada delapan ruang kelas yang mengalami kebocoran. Kondisi ini menjadi perhatian kami karena berdampak pada kenyamanan siswa saat belajar,” ungkapnya.
Menurut Jerry, pihak sekolah telah mendata kerusakan dan mengupayakan perbaikan melalui mekanisme yang tersedia.
Sekolah juga melakukan langkah antisipasi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun hujan turun dan beberapa ruang kelas mengalami kebocoran.
“Kami terus berupaya mencari solusi agar proses pembelajaran tidak terganggu sambil menunggu perbaikan dapat direalisasikan,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










