PALU, Harianmuria.com — Tiga komoditas unggulan sektor perikanan asal Sulawesi Tengah (Sulteng) terbukti sukses menembus pasar internasional dengan nilai ekspor mencapai miliaran rupiah. Keberhasilan ini memperkuat posisi tawar produk daerah di kancah global.
"Tiga komoditas perikanan Sulawesi Tengah telah merambah ke pasar internasional yakni kepiting bakau, kerang darah dan ikan tuna," kata Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kardi Karding dalam kunjungannya di Kota Palu, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan data Barantin, rincian volume dan nilai ekspor komoditas tersebut mencakup:
- Kepiting bakau: Sebanyak 9.438 ekor senilai Rp829,4 juta dengan tujuan China, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Taiwan.
- Kerang dara: Sebanyak 65.530 kilogram senilai Rp1,6 miliar menyasar pasar Singapura dan Thailand.
- Ikan tuna: Sebanyak 25.739 kilogram senilai Rp2,06 miliar dengan tujuan Amerika Serikat dan Singapura.
Untuk menjaga keberlanjutan ekspansi internasional tersebut, Barantin mendorong para eksportir dan pelaku usaha agar konsisten menjaga mutu serta kualitas produk.
Komoditas unggulan daerah ini sendiri terbukti mampu menggerakkan perekonomian lokal dengan kontribusi sektor pertanian, kelautan, dan perikanan yang mencapai 16,36 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng pada 2025 yang tercatat sebesar Rp415,48 triliun.
Karding menekankan bahwa selain mempertahankan kualitas, pelaku usaha diwajibkan mematuhi regulasi internasional serta memperkuat jaringan pasokan agar posisi tawar produk daerah di kancah global semakin kuat.
Pelaku usaha yang baru merambah pasar ekspor juga diingatkan untuk memenuhi standar ketat terkait keamanan pangan, mutu, ketertelusuran, dan persyaratan teknis negara tujuan.
“Kepatuhan terhadap ketentuan karantina memastikan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya berlangsung secara legal, aman dan memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan hayati,” ucap Karding.
Sebagai langkah dukungan nyata, Barantin menyatakan siap membuka ruang konsultasi dan pendampingan sertifikasi bagi para pelaku usaha lokal. Selain itu, Barantin aktif menjalankan diplomasi teknis bersama otoritas negara mitra guna menyelaraskan protokol ekspor.
"Kami ingin produk-produk daerah lebih banyak berkontribusi menyuplai kebutuhan global. Barantin siap membuka ruang konsultasi maupun pendamping sertifikasi produk, sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah maupun nasional," ujarnya.
"Sulawesi Tengah memiliki basis ekonomi yang cukup besar pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kami berharap pelaku usaha di daerah memanfaatkan peluang ini untuk naik kelas, supaya pendapatan lebih meningkat dari sebelumnya," tutur Karding..
Editor: Asih











