• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Gagap Membaca Isyarat

Sekar Sari by Sekar Sari
18 Desember 2022
in Kajian Agama
67 5
Anis Sholeh Ba’asyin, Budi Maryono dan Muhajir Arrosyid dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Membaca Isyarat’ yang digelar Sabtu (17/12). (Istimewa/Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin, Budi Maryono dan Muhajir Arrosyid dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Membaca Isyarat’ yang digelar Sabtu (17/12). (Istimewa/Harianmuria.com)

553
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Keberadaan Ngaji NgAllah Suluk Maleman bagaikan oase ditengah gempuran persebaran informasi di jagat maya. Tak henti-hentinya majlis ini menyajikan muatan agama yang khas dengan problematika masrakat. Seperti tema ‘Gagap Membaca Isyarat’ yang diusung pada malam itu.

Bagi masyarakat Jawa, ilmu titen yang dipercaya dan diyakini penting untuk membaca tanda-tanda alam. Seperti halnya saat terjadi bencana. Hanya saja, kepekaan dalam membaca isyarat itulah yang sekarang ini justru mulai ditinggalkan.

Anis Sholeh Ba’asyin mengutarakan hal tersebut saat digelarnya Suluk Maleman pada Sabtu (17/12) malam. Dikatakannya, kepekaan itu merupakan anugerah dari Allah.

“Ada banyak tanda misalkan saat akan ada bencana seperti gunung meletus, tsunami maupun yang lainnya. Bagi orang Jawa dikenal sebagai ilmu titen, ilmu yang dibangun berdasar statistik kejadian yang berulang” tambahnya.

Hanya saja kemampuan dalam membaca isyarat tersebut saat ini mulai jarang yang memiliki. Keberadaan ilmu titen dalam membaca tanda alam dianggap kalah dari ilmu lain yang lebih modern.

“Saat ini kian tergerus. Padahal tekhnologi modern pun tak mampu menjamin secara pasti,” terangnya.

Kepekaan mengenali tanda dikatakannya sangat penting. Kedekatan pada Allah diakuinya dapat membuat kepekaan lebih tinggi. Begitu pula peka dalam mengelola tubuh maka akan berbanding lurus dengan pengelolaan terhadap alam.

“Jika kita dikatakan sering mengalami bencana karena berada di daerah rawan, padahal organ tubuh kita juga cukup rawan. Namun hal itu akan menjadi baik jika mampu dikelola dengan baik. Begitu juga potensi kerawanan akan kondisi alam,” tambahnya.

Dalam ajaran Jawa ada ajaran terkait tiga tingkatan isyarat. Yakni dupak bujang, semu mantri, dan esem bupati.

Dupak bujang adalah penyampaian pesan secara lugas. Sementara semu mantri menggunakan simbol-simbol meski masih bisa terbaca.

“Sedangkan esem bupati itu lebih samar lagi. Lebih penuh simbol dan makna, yang untuk memahaminya butuh kejernihan” ujarnya.

Muhajir Arrosyid, dosen Upgris Semarang yang malam itu menjadi salah seorang narasumber, mengatakan bahwa suasana yang jernih akan menumbuhkan kepekaan lebih tinggi, seperti halnya saat orang tengah berpuasa.

“Orang Jawa dulu banyak memahami ilmu titen. Seperti saat gunung meletus, biasanya akan ada burung tertentu yang terbang berputar,” tambahnya.

Budi Maryono, budayawan malam itu menjadi salah satu narasumber, menyebut bahwa kepekaan dalam membaca tanda itu sekarang ini telah banyak dikonversi menjadi pengetahuan. Kemudian pengetahuan dikonversi jadi tekhnologi.

“Sedangkan kita terlalu bergantung pada tekhnologi hingga membuat kepekaan kita melemah. Ada banyak ilmu titen yang bisa membantu baik dalam pertanian, mitigasi bencana, maupun penanda lainnya; tapi sekarang sudah banyak yang melupakannya karena ketergantungan pada tekhnologi,” tambahnya.

Seperti anak pelaut saat ini belum tentu lagi bisa memahami ilmu perbintangan maupun arah angin. Padahal hal itu telah dipelajari nenek moyang.

“Saat ini yang menjadi PR kita adalah menjaga kedekatan dengan Tuhan serta meningkatkan rasa simpati dan empati terhadap sesuatu diluar kita. Empati itu tidak hanya saat terjadi sesuatu saja. Seperti saat bencana menyumbang logistik,” tambahnya.

Namun empati seharusnya dibangun jauh sebelum terjadi sesuatu. Seperti mulai bergerak menanam jika hutan gundul, itu adalah bentuk empati yang lebih hakiki, karena menjaga sesuatu sebelum bencana terjadi.

Topik yang dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke 132 itu kian meriah dengan pertunjukkan musik dari Sampak GusUran. Meski lokasi acara sempat terendam air hujan, namun iotu tak menghalangi orang untuk mengikutinya.(Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinInfo PatiNgaji NgAllah Suluk Malemanpati
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Ditarget Dapat 5000 Dukungan, KPU Jateng Buka Pendaftaran DPD RI

Next Post

Belum Ada Titik Terang, Korban Oknum Wartawan di Pati Mulai Bermunculan

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
514

PATI, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Pati bersama pemerintah setempat setuju melanjutkan pembahasan Raperda APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2027. Persetujuan tersebut setelah seluruh fraksi DPRD Pati menyampaikan pandangan...

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
644

PATI, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek renovasi trotoar Jalan Sudirman. Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo,...

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
742

PATI, Harianmuria.com – Komisi A DPRD Kabupaten Pati memanggil sejumlah camat untuk klarifikasi buntut tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD tentang perubahan APBD pada 14 September 2026. Ketua...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Ungkap 3 RSUD Blora Kekurangan Puluhan Dokter Spesialis, Ini Daftarnya

Dinkes Ungkap 3 RSUD Blora Kekurangan Puluhan Dokter Spesialis, Ini Daftarnya

3 Agustus 2026
567
Kudus, salah satu daerah penghasil batik di Jawa Tengah. (Instagram @terebatik.idn/Harianmuria.com)

7 Daerah Penghasil Batik di Jawa Tengah

3 November 2022
2.2k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya