PALU, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) menghadirkan layanan Klinik Ekspor di Palu, Sulawesi Tengah, guna memberikan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah strategis ini diluncurkan untuk memperluas akses produk daerah menuju pasar internasional sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding, menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah menyimpan potensi komoditas ekspor yang melimpah, di antaranya sarang burung walet, ikan, kakao, dan cengkeh.
Sayangnya pelaku usaha sering kali menghadapi tantangan terkait keterbatasan pengetahuan mengenai persyaratan pasar global serta upaya menjaga standar kualitas produk.
“Oleh karena itu, perlu distandardisasi agar standar negara pembeli dengan kita itu sama,” ujar Abdul Kadir di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (27/9/2026).
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kepala Balai Karantina Sulawesi Tengah, Alfian, menegaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mendampingi pelaku usaha secara komprehensif.
Ruang lingkup pendampingan meliputi pemenuhan persyaratan karantina, pemeriksaan komoditas, sertifikasi, hingga pemahaman mendalam terkait regulasi negara tujuan.
“Klinik Ekspor menjadi ruang konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, mulai dari pemenuhan persyaratan karantina, pemeriksaan komoditas, sertifikasi hingga memahami ketentuan negara tujuan,” kata Alfian.
Ia menambahkan, pendampingan intensif ini bertujuan agar para pelaku usaha tidak sekadar berfokus pada nilai jual produk, melainkan juga menguasai aspek mutu, keamanan pangan, ketertelusuran (traceability), dan standar teknis internasional.
“Dengan pendampingan yang lebih dekat, pelaku UMKM tidak hanya diarahkan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, tetapi juga memahami pentingnya standar mutu, keamanan pangan, ketertelusuran, dan persyaratan teknis negara tujuan,” ujarnya.
Melalui kehadiran Klinik Ekspor ini, Barantin menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan fungsi fasilitasi perdagangan.
Selain mengawal aspek pengawasan dan perlindungan hayati, Barantin turut hadir mendampingi pelaku usaha agar komoditas lokal memiliki daya saing tinggi dan diterima dengan baik di pasar global.
Editor: Asih











