JEPARA, Harianmuria.com – Sebanyak 86 remaja mengikuti rangkaian seleksi Apresiasi Duta Genre Kabupaten Jepara 2026. Ajang tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus menyuarakan gagasan tentang masa depan remaja di Kabupaten Jepara.
Puncak kegiatan yang mengusung tema NUSWANTARA: Nuansa Suara Asa Remaja Jepara itu digelar melalui Grand Final Apresiasi Duta Genre Kabupaten Jepara 2026 di Pendopo R.A. Kartini, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dari 86 peserta yang terdiri atas 35 putra dan 51 putri, sebanyak 30 peserta berhasil melaju ke babak grand final. Mereka terdiri atas 15 finalis putra dan 15 finalis putri.
Dalam kesempatan itu, Bupati Witiarso Utomo berharap keberadaan Duta Genre tidak sekadar menjadi ajang pencarian figur remaja berprestasi. Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak dan teladan bagi remaja lainnya.
Menurutnya, Program Generasi Berencana (Genre) menjadi salah satu sarana untuk membekali remaja agar mampu merencanakan kehidupan dan masa depan dengan lebih baik.
“Melalui Program Genre, kita mendorong remaja berperan dalam pembangunan keluarga melalui perencanaan kehidupan sejak dini, pencegahan pernikahan dini, perilaku seksual berisiko dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), serta mendukung lahirnya generasi sehat bebas stunting,” ujarnya.
Ia menilai tema NUSWANTARA selaras dengan semangat memberikan ruang lebih besar kepada remaja untuk menyampaikan suara dan gagasannya. Maka dari itu, menurutnya generasi muda harus dipandang sebagai bagian penting dalam proses pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat kebijakan.
“Remaja Jepara bukan sekadar objek pembangunan. Mereka memiliki suara, gagasan, dan harapan,” tegasnya.
Ia berharap Duta Genre terpilih nantinya mampu membawa pesan positif kepada lingkungan sekitarnya. Mereka juga diharapkan dapat menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat, membangun karakter, serta mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan.
“Ini juga harus menjadi wadah untuk menyiapkan remaja yang sehat, berkarakter, berakhlak, dan menjadi teladan bagi lingkungannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Jepara Mudrikatun mengatakan, remaja memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi mendatang.
“Remaja merupakan aset dan pilar utama penentu bangsa,” ujarnya.
Menurut Mudrikatun, tingginya jumlah peserta dalam Duta Genre Jepara 2026 menunjukkan besarnya perhatian dan antusiasme generasi muda terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja.
“Melalui Duta Genre, edukasi mengenai perencanaan kehidupan, kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, bahaya NAPZA, hingga pembangunan keluarga berkualitas diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan remaja,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Utia Lil











