GROBOGAN, Harianmuria.ocm – Pelaksanaan karnaval peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Grobogan tahun ini digelar dalam satu hari. Namun, pola tersebut dipastikan tidak berlanjut.
Camat Purwodadi Tondi Sumarjaka mengatakan tahun depan, pelaksanaan karnaval kembali digelar dua hari. Rencananya, satu hari diperuntukkan bagi peserta dari kalangan sekolah, sedangkan hari berikutnya khusus kategori umum.
“Kami dapat konfirmasi tahun depan akan dikembalikan dua hari, yang pertama SD (sekolah) dan yang kedua umum,” kata Tondi, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Tondi, penggabungan pelaksanaan karnaval tahun ini dilakukan karena adanya rencana pembangunan di sejumlah kawasan yang berada di sekitar jalur karnaval. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan apabila karnaval tetap dibagi menjadi dua hari.
“Sebetulnya ini digabung karena ada pembangunan yang semula untuk alun-alun sekitar pendopo, sekitar Jalan Kartini, sekitar Jalan Taman Siswa. Rencananya itu tetap mengganggu jalannya acara, sehingga kita gabung jadi satu,” jelasnya.
Meski demikian, karena pembangunan tersebut belum dimulai dalam waktu pelaksanaan karnaval tahun ini, panitia masih dapat menggunakan panggung kehormatan di depan Pendopo Kabupaten Grobogan dan jalur lama.
Tondi menjelaskan, tahun ini kategori TK, SD, dan PAUD mengakhiri titik finis di kawasan Simpang Lima, sedangkan kategori umum tetap finis di depan Yakkum.
“Untuk yang TK, SD, PAUD, finisnya kami alihkan ke Simpang Lima, tapi yang umum tetap finis di depan Yakkum. Itu sesuai arahan dari Kasat Lantas,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah peserta karnaval setiap tahun memang dibatasi. Tahun ini tercatat sekitar 46 peserta yang mendaftar. Pembatasan dilakukan agar rangkaian karnaval tidak berlangsung terlalu lama dan jalur yang digunakan tidak terlalu panjang.
“Setiap tahun peserta kita batasi, kalau tidak dibatasi nanti tidak cukup dan jalannya juga terlalu panjang, sehingga memakan waktu lama,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror











